Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Masjid Al-Wustho Mangkunegaran, Masjid Tertua di Jawa Tengah dengan Kaligrafi Mewah dan Menara Ikonik

Alfian Yusni • Sabtu, 12 Juli 2025 | 16:15 WIB

Masjid Al-Wustho Mangkunegaran kini menjadi destinasi wisata religi unggulan di Surakarta. (Foto: Alfian Yusni/Lombok Post)
Masjid Al-Wustho Mangkunegaran kini menjadi destinasi wisata religi unggulan di Surakarta. (Foto: Alfian Yusni/Lombok Post)
 
Masjid Al-Wustho Mangkunegaran kini menjadi destinasi wisata religi unggulan di Surakarta. (Foto: Alfian Yusni/Lombok Post)
Masjid Al-Wustho Mangkunegaran kini menjadi destinasi wisata religi unggulan di Surakarta. (Foto: Alfian Yusni/Lombok Post)
 

LombokPost - Masjid Al-Wustho Mangkunegaran menjadi saksi bisu sejarah Islam di tanah Jawa.

Dikenal sebagai masjid tertua di Jawa Tengah, masjid ini tak hanya menyimpan nilai religius tinggi, tapi juga menyuguhkan arsitektur khas Jawa yang berpadu dengan unsur kolonial dan Islam yang memesona.

Tak heran jika Masjid Al-Wustho Mangkunegaran kini menjadi destinasi wisata religi unggulan di Surakarta.

Berlokasi di kompleks Puro Mangkunegaran, masjid ini dibangun sekitar tahun 1878 oleh Mangkunegara V.

Masjid Al-Wustho Mangkunegaran memiliki struktur khas keraton: atap joglo bertingkat tiga (tajug), empat saka guru dan 12 saka rawa.

Filosofinya? Mewakili Iman, Islam, dan Ihsan, prinsip dasar dalam ajaran Islam.

Masjid Al-Wustho Mangkunegaran kini menjadi destinasi wisata religi unggulan di Surakarta. (Foto: Alfian Yusni/Lombok Post)
Masjid Al-Wustho Mangkunegaran kini menjadi destinasi wisata religi unggulan di Surakarta. (Foto: Alfian Yusni/Lombok Post)

Salah satu yang membuat Masjid Al-Wustho Mangkunegaran begitu istimewa adalah keberadaan kaligrafi artistik yang tersebar di berbagai sudut.

Tak kurang dari 41 inskripsi Arab ditorehkan di gapura, pintu, jendela, hingga tiang utama. Salah satunya berbunyi, “Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga.”

Kalimat tersebut diukir di tiang saka guru sebagai pengingat akan pentingnya niat dalam ibadah.

 

Di bagian selatan masjid, terdapat bangunan unik berbentuk bundar bernama Maligen. Dahulu digunakan untuk prosesi khitanan keluarga istana, kini Maligen terbuka untuk masyarakat umum.

Muhammadiyah bahkan memanfaatkannya sebagai tempat khitan massal, menjadikannya simbol kolaborasi budaya dan sosial keagamaan yang kuat.

Menara oktagonal setinggi 25 meter yang menjulang sejak 1926 menjadi ikon yang tak terpisahkan.

Menara ini dulunya difungsikan sebagai tempat adzan, dengan empat muadzin mengumandangkan seruan dari setiap arah mata angin.

Kini, menara tersebut menjadi titik favorit pengunjung untuk berswafoto dengan latar langit Surakarta.

Tak hanya sebagai tempat ibadah, Masjid Al-Wustho Mangkunegaran juga menjadi pusat kegiatan masyarakat.

Di dalam kompleks, terdapat ruang pawestren (wanita), perpustakaan, TK Bustanul Athfal, hingga klinik.

Serambi masjid menyimpan bedug kuno “Kanjeng Kyai Danaswara” yang masih digunakan hingga hari ini.

Jika Anda berkunjung ke Surakarta, jangan lewatkan pengalaman berdoa sekaligus menikmati keindahan masjid tertua di Jawa Tengah ini.

Dari kaligrafi klasik, menara warisan, hingga arsitektur joglo nan agung, Masjid Al-Wustho Mangkunegaran menyuguhkan pengalaman spiritual dan visual yang tak terlupakan. (***)

Editor : Alfian Yusni
#jawa tengah #wisata religi unggulan #surakarta #Masjid Al-Wustho Mangkunegaran #masjid tertua