LombokPost – Gili Trawangan, Lombok Utara, tak hanya terkenal dengan pasir putihnya yang bersih dan laut birunya yang jernih. Belakangan, menunggang kuda di sepanjang pesisir pantai menjadi daya tarik wisata yang kian digemari wisatawan domestik maupun mancanegara.
Aktivitas berkuda di pantai ini menawarkan sensasi berbeda. Wisatawan dapat menikmati panorama matahari terbenam sambil menunggang kuda menyusuri garis pantai yang tenang. Suasana romantis dan eksotis menjadi magnet utama, terutama bagi pasangan yang sedang berbulan madu atau pencinta konten media sosial.
Uniknya, hampir seluruh usaha penyewaan kuda di Gili Trawangan dikelola langsung oleh masyarakat lokal. Mayoritas dari mereka adalah warga asli yang telah turun-temurun memiliki kuda dan merawatnya sebagai bagian dari budaya serta sumber mata pencaharian.
"Kami punya sekitar 15 ekor kuda yang kami rawat sendiri. Dari penyewaan ini, kami bisa menyekolahkan anak dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap M Fadli, salah seorang pelaku usaha penyewaan kuda di Gili Trawangan, Sabtu (19/7).
Tarif menunggang kuda di pantai bervariasi, mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 300.000 per sesi tergantung durasi dan rute yang dipilih. Beberapa penyedia jasa juga menawarkan sesi foto berkuda lengkap dengan kostum tematik untuk keperluan prewedding hingga konten media sosial.
Meski menjadi primadona baru di kawasan Gili, para pemilik kuda tetap mengedepankan kenyamanan dan keamanan wisatawan. Kuda-kuda dilatih secara rutin dan hanya digunakan pada waktu-waktu tertentu agar tidak kelelahan.
Para wisatawan pun menyambut positif tren wisata berkuda ini. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Wisata berkuda ini juga sekaligus bukti bahwa pariwisata bisa berjalan selaras dengan budaya lokal. Masyarakat bisa mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan pulau.
Pemerintah daerah maupun pengelola pariwisata dapat memberikan dukungan, seperti pelatihan perawatan hewan dan manajemen usaha pariwisata agar keberlanjutan kegiatan ini tetap terjaga.
Dengan kombinasi keindahan alam dan kearifan lokal, menunggang kuda di pantai Gili Trawangan kini bukan sekadar hiburan, tapi juga pengalaman budaya yang autentik dan berkesan bagi siapa pun yang mencobanya.
Editor : Siti Aeny Maryam