LombokPost - Gunung Rinjani di Pulau Lombok NTB, dikenal luas sebagai salah satu destinasi pendakian terbaik di Indonesia.
Dengan ketinggian puncaknya mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut, Gunung Rinjani tidak hanya menawarkan panorama alam yang memukau, tetapi juga tantangan fisik yang memacu adrenalin bagi para pendaki.
Jalur pendakian favorit yang populer menuju puncak Gunung Rinjani adalah via Sembalun.
Jalur ini terkenal dengan hamparan sabana luas yang menawan dan akses langsung ke Danau Segara Anak yang memesona.
Saat ini, perlu diketahui bahwa seluruh jalur pendakian menuju Gunung Rinjani memang tengah ditutup sementara.
Penutupan ini dilakukan untuk keperluan perbaikan dan peningkatan fasilitas demi kenyamanan dan keamanan para pendaki di masa mendatang.
Meskipun harus menunggu jalur dibuka kembali, tidak ada salahnya bagi Anda yang sudah merencanakan atau memasukkan Gunung Rinjani dalam daftar impian petualangan untuk mengetahui gambaran estimasi biaya yang diperlukan.
Berikut adalah rincian perkiraan pengeluaran yang perlu Anda pertimbangkan jika ingin mendaki Gunung Rinjani:
1. Izin Pendakian (Simaksi)
Setiap pendaki wajib memiliki izin pendakian atau Simaksi.
Biayanya bervariasi: untuk pendaki domestik, tarifnya sekitar Rp5.000 per hari pada hari biasa dan Rp7.500 per hari untuk akhir pekan atau hari libur.
Sementara itu, wisatawan mancanegara dikenakan tarif yang lebih tinggi, yakni sekitar Rp150.000 per hari pada hari kerja dan Rp250.000 per hari di hari libur.
Perlu dicatat, biaya ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) yang berlaku.
2. Surat Keterangan Sehat
Sebelum memulai pendakian, setiap pendaki harus melampirkan surat keterangan sehat.
Surat ini dapat diperoleh di puskesmas atau klinik terdekat dengan biaya yang relatif terjangkau, sekitar Rp20.000.
Dokumen ini penting untuk memastikan kondisi fisik pendaki siap menghadapi medan yang menantang.
3. Transportasi Menuju Basecamp
Biaya perjalanan menuju basecamp utama pendakian, yaitu Desa Sembalun, sangat bervariasi tergantung dari lokasi awal keberangkatan Anda.
Jika Anda memulai perjalanan dari Bandara Internasional Lombok (BIL), biaya sewa mobil pribadi menuju Sembalun berkisar antara Rp300.000 hingga Rp500.000.
Opsi transportasi umum juga tersedia, namun mungkin memerlukan waktu perjalanan yang lebih lama dan beberapa kali transit.
4. Jasa Guide dan Porter
Menyewa jasa pemandu (guide) dan porter sangat direkomendasikan, terutama bagi pendaki pemula atau mereka yang membawa banyak perlengkapan.
Biaya sewa guide umumnya berkisar antara Rp250.000–Rp350.000 per hari, sedangkan porter dikenakan biaya sekitar Rp250.000 per hari.
Penting juga untuk menyiapkan uang tip sebagai bentuk apresiasi atas bantuan dan kerja keras mereka selama perjalanan.
5. Perlengkapan Pendakian
Bagi Anda yang tidak memiliki perlengkapan pendakian pribadi, tidak perlu khawatir.
Banyak penyedia jasa sewa alat di sekitar basecamp Sembalun.
Paket sewa lengkap yang mencakup tenda, sleeping bag, matras, dan peralatan lainnya biasanya berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000, tergantung kelengkapan dan kualitas yang dipilih.
6. Logistik: Makanan dan Minuman
Persediaan makanan dan air minum selama pendakian adalah hal krusial.
Alokasikan dana sekitar Rp200.000–Rp300.000 per orang untuk kebutuhan logistik ini.
Penting untuk membawa makanan yang bernutrisi dan cukup air untuk menjaga stamina sepanjang perjalanan.
7. Biaya Tambahan Lain-lain
Sediakan anggaran tambahan untuk keperluan tak terduga.
Ini bisa mencakup obat-obatan pribadi, dana darurat untuk situasi mendesak, biaya mandi dan bersih-bersih setelah turun gunung, hingga pembelian oleh-oleh khas Lombok sebagai kenang-kenangan.
Estimasi Total Biaya
Setelah memperhitungkan semua komponen di atas, estimasi total biaya mendaki Gunung Rinjani via jalur Sembalun berada di kisaran Rp2.000.000 hingga Rp3.000.000 per orang.
Jumlah ini dapat bervariasi tergantung pada durasi pendakian, tingkat kenyamanan yang dipilih (misalnya, jumlah porter yang disewa), serta apakah Anda mendaki dalam rombongan besar (yang bisa menekan biaya per orang) atau secara solo.
Meskipun jalur pendakian saat ini masih ditutup untuk perbaikan, tidak ada salahnya untuk mulai merancang rencana pendakian ke Gunung Rinjani dari sekarang.
Dengan persiapan yang matang dan anggaran yang tepat, pengalaman mendaki Gunung Rinjani bisa menjadi salah satu petualangan paling tak terlupakan dalam hidup Anda.***
Editor : Fratama P.