LombokPost - Tetabuhan gendang beleq mengiringi derap langkah rombongan pengunjung yang datang siang itu.
Begitu melangkahkan kaki memasuki kawasan, satu demi satu selempangan kain songket dipasangakan di pundak setiap pengunjung.
“Selamat datang di Kampung Sasak Ende”, begitu tulisan yang terpampang di bagian atas gapura tersebut.
Baca Juga: Bikin Merinding, Paolo Maldini Tolak Uang Segepok, Tetap Tak Mau Tinggalkan AC Milan
Ende adalah salah satu desa wisata yang ada di Lombok Tengah.
Kawasan ini merupakan destinasi wisata berbasis edukasi budaya mengenai Suku Sasak, letaknya di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut.
Vibes perkampungan tradisional Suku Sasak begitu terasa di sana.
Baca Juga: Gugur di Super Coppa Italia, AC Milan Berpeluang Tutup Musim Tanpa Satu pun Trophy
Penghuninya sekitar 30-an KK dengan total kepala kurang dari 200 jiwa.
Rumah-rumah sederhana khas Suku Sasak tempo dulu masih terpelihara di sana.
Lebih dari itu, masyarakat juga masih mempertahankan sejumlah kesenian.
Baca Juga: Arsenal Kepincut Pemain Muda AC Milan
Misalnya seni pertunjukan bertarung Presean yang ditampilkan kala itu.
Dua pepadu bertarung di hadapan para wisatawan yang datang berkunjung.
Diiringi musik khas yang memacu adrenalin, para petarung mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
“Dalam pertarungan resmi, Presean baru bisa dinyatakan berakhir jika sa;lah satu petarung sudah mengeluarkan darah,” cerita pemandu acara.
Selepas suguhan Presean, pengunjung bisa berkeliling menikmati berbagai sudut Kampung Ende.
Di tiap rumah yang dilalui, penghuni dengan ramah menyapa.
Ada pula yang berjualan aneka jajanan khas Lombok, termasuk memperlihatkan cara membuat kain songket.
“Songket yang kami selempangkan kepada bapak ibu sekalian juga buatan asli desa ini,” lanjut sang pemandu.
Yang tak kalah unik, terutama bagi wisatawan luar daerah dan luar negeri tentu saja saat sejumlah penghuni memperlihatkan momen mereka mengolesi lantai rumah dengan kotoran sapi.
Hal ini dilakukan untuk beberapa alasan, seperti membuat rumah tetap hangat dan menghindari serangga.
Tertarik berkunjung ke Kampung Ende? Jangan terlalu lama berpikir, atur jadwalmu, kemasi barangmu, dan segera berangkat untuk menimati petualangan baru. (yuk)
Editor : Prihadi Zoldic