LombokPost – Mencari destinasi liburan yang memadukan keindahan alam terbuka dengan banyak pengalaman memuaskan, Kedai Sawah Sembalun adalah jawabannya.
Berada di bawah kaki Gunung Rinjani, spot agrowisata ini menawarkan pesona alam yang memukau dan berbagai atraksi yang memikat hati pelancong.
Kedai Sawah Sembalun berbeda dari kafe modern pada umumnya. Kedai ini menghadirkan suasana pedesaan yang sejuk, tenang, dan sangat fotogenik.
Baca Juga: Pedas Gurih Ayam Songkem, Pilihan Kuliner Baru di Kota Mataram
Pengunjung bisa menikmati hidangan sederhana berbahan segar sambil memandang hamparan sawah terasering, kebun bunga warna-warni, serta siluet pegunungan yang megah.
Tak heran jika tempat ini dinobatkan sebagai salah satu spot agrowisata paling menarik di Lombok Timur.
Secara geografis, Kedai Sawah Sembalun terletak di Dusun Jorong, Desa Sembalun Bumbung. Berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Udara di kawasan ini terasa sangat sejuk dengan suhu harian berkisar antara 18-25 derajat celcius.
Daya tarik utamanya terletak pada lanskap alamnya yang membentang di tengah sawah terasering yang hijau. Mulai dikenalkan luas sekitar tahun 2018–2019, dan langsung viral di berbagai platform media sosial.
Banyak pelancong berbondong-bondong datang untuk berburu konten visual. Mulai dari sekadar foto pribadi, keluarga hingga sesi foto prewedding.
Baca Juga: Arabika Lunaco Sembalun, Kopi Lombok Berkualitas Tinggi
Menariknya, sebagian pengunjung juga akrab menyebut tempat ini dengan nama Kedai Pawon Sawah.
Sebuah sebutan yang merujuk pada konsep dapur alam terbuka yang menyatu harmonis dengan lingkungan sekitar.
Selain menawarkan visual yang ciamik, suasana tenang dan konsep ramah lingkungan menjadikannya ramah bagi pencinta wisata berkelanjutan.
Pengelolanya pun aktif mendukung petani lokal dengan memanfaatkan hasil kebun langsung sebagai bahan menu sehari-hari.
Baca Juga: Kopi Arabika Sembalun Naik Kelas
Bagi Anda yang gemar mengabadikan momen lewat lensa kamera, ada beberapa sudut terbaik di kawasan ini.
Mulai dari pesona taman bunga yang memukau dengan hamparan kelopak beraneka warna yang tumbuh subur sejak pertama kali menapakkan kaki di area kedai.
Menyajikan pemandangan menyejukkan sekaligus latar belakang instagenik yang sempurna.
Baca Juga: Sinopsis Lengkap Drama Korea Love In Sync, Ketika Psikolog Populer Bertemu Seleb Mati Rasa
Bergeser sedikit, terdapat kebun stroberi segar organik. Menawarkan pengalaman interaktif unik untuk memetik dan menikmati manisnya buah segar secara langsung.
Sebuah aktivitas yang sangat ramah dan menyenangkan bagi keluarga serta anak-anak.
Selanjutnya, mata dimanjakan hamparan sawah yang luas berbalut panorama hijau. Ini menghadirkan ketenangan ekspresif khas pedesaan.
Baca Juga: Diklat Perbengkelan Motor, Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Sangat cocok dinikmati sambil berjalan-jalan santai menyusuri pematang sawah dan menghirup udara bersih.
Terakhir, sudut yang paling diburu adalah pemandangan bukit dan Gunung Rinjani. Menawarkan lanskap spektakuler dari gugusan bukit sekitar serta kemegahan puncak Rinjani.
Duduk santai di teras kedai menjadi momen paling pas untuk membidik foto lanskap yang dramatis dan menakjubkan.
Selain pesona alamnya, Kedai Sawah Sembalun juga menawarkan berbagai hidangan lezat yang otentik. Seperti Ayam Taliwang, Pelecing Kangkung, hingga Kopi Khas Sembalun yang aromatik.
Untuk akses menuju lokasi ini, jika dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menempuh sekitar 85–100 km selama kurang lebih 2–3 jam. Jalur menuju lokasi sebagian besar sudah beraspal dengan baik.
Namun, pengemudi harus tetap waspada karena terdapat tanjakan dan tikungan cukup tajam saat mulai memasuki kawasan pegunungan.
Setelah tiba di Desa Sembalun Bumbung, Anda hanya perlu mengikuti petunjuk arah menuju Dusun Jorong.
Menariknya, pengunjung umumnya tidak dikenakan biaya tiket masuk resmi. Anda hanya diminta memberikan donasi sukarela untuk pengelolaan kebersihan sekitar Rp 5.000-Rp 10.000 per orang.
Sementara untuk biaya parkir dibanderol sebesar Rp 5.000 untuk sepeda motor dan Rp 10.000 untuk mobil.
Editor : Akbar Sirinawa