LombokPost – Hamparan awan putih perlahan menyelimuti lembah.
Dari ketinggian, panorama Pulau Sumbawa terbentang luas, berpadu dengan laut biru, perbukitan hijau, hingga siluet gunung di kejauhan.
Pemandangan inilah yang menjadi daya tarik Bukit Mantar, destinasi wisata alam di Kabupaten Sumbawa Barat.
Berada di Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano, Bukit Mantar dikenal dengan julukan Negeri di Atas Awan.
Baca Juga: Hajatan FIFGROUP Cabang Praya Meriah, Banjir Promo Menarik Hingga Bantuan Sosial
Desa ini berada di ketinggian sekitar 685 meter di atas permukaan laut.
Setiap pagi, terutama ketika cuaca mendukung, bagian bawah lereng perbukitan diselimuti hamparan awan tebal yang menciptakan pemandangan menakjubkan.
Dari puncak Bukit Mantar, pengunjung dapat menikmati panorama alam dari berbagai arah.
Hamparan lembah hijau, garis pantai, laut, hingga pulau-pulau kecil dapat terlihat dari ketinggian.
Baca Juga: Lempar Handuk, Pemilik SPPG Tuding Keterlambatan Sekolah dan Anak Tak Sarapan Picu Keracunan MBG
Salah satu pesona yang paling dinantikan adalah kesempatan melihat deretan pegunungan di kawasan Nusa Tenggara.
Jika cuaca cerah, Gunung Rinjani di Pulau Lombok juga dapat terlihat berdiri megah di kejauhan.
Bukit ini memiliki padang rumput hijau yang berpadu dengan kontur perbukitan dan jurang.
Jalan setapak yang membelah kawasan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin berjalan santai sambil menikmati udara pegunungan.
Berbagai sudut Bukit Mantar pun menawarkan latar menarik untuk mengabadikan momen.
Tidak mengherankan jika destinasi ini semakin dikenal sebagai salah satu lokasi wisata alam unggulan di Pulau Sumbawa.
Baca Juga: Bongkar Sindikat Aborsi Dokter S, LPA Minta Pelapor Dilindungi!
Popularitas Bukit Mantar juga pernah terdongkrak setelah kawasan ini menjadi salah satu latar film Serdadu Kumbang.
Selain menikmati panorama, kawasan ini dikenal sebagai lokasi aktivitas olahraga paralayang.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana lebih lama, Bukit Mantar juga menyediakan area camping ground.
Bermalam di kawasan ini memberikan pengalaman berbeda, terutama ketika pagi tiba dan matahari perlahan muncul dari balik cakrawala.
Baca Juga: Dampak Bencana Alam, Jadwal Mandalika International Festival 2026 Resmi Digeser ke Desember
Momen sunrise menjadi salah satu daya tarik utama.
Pengunjung dapat menyaksikan perubahan warna langit sambil menikmati awan yang seolah berada di bawah kaki.
Bukit Mantar berjarak sekitar 27 kilometer dari Pelabuhan Poto Tano.
Menariknya, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk.
Wisatawan hanya membayar biaya parkir yang dikelola di sekitar kawasan. Rp 10 ribu untuk rida dua dan Rp 20 ribu untuk roda empat.
Fasilitas yang tersedia antara lain area parkir, gazebo, toilet, tempat duduk bersantai, spot foto, hingga area berkemah.
Baca Juga: Keseruan Menjajal Trekking Menantang di Bukit Bao Daya Sembalun
Lebih dari sekadar tempat menikmati pemandangan, Bukit Mantar menawarkan pengalaman menyatu dengan alam.
Mulai dari berburu foto, berkemah, bersepeda, hingga mencoba paralayang.
Dengan panorama yang memanjakan mata dan udara sejuk pegunungan, Bukit Mantar menjadi salah satu alasan untuk menjelajahi sisi lain pesona pariwisata NTB.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post