
LombokPost – Ada satu ide besar yang sedang dipercepat Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dan ini bisa mengubah peta Lombok selamanya: Jalan Bypass Port to Port Lembar-Kayangan.
Jalur ini menghubungkan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat, gerbang Bali hingga Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur, gerbang Sumbawa, lewat jalur selatan Lombok.
Bukan jalan tol, tapi jalan bypass. Mengapa? Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi bilang jelas: dulu rencana tol Lembar-Kayangan butuh Rp 22 triliun, dengan pembebasan lahan saja Rp 1,94 triliun untuk lebar trase 60 meter. Tidak realistis.
Bypass ini jauh lebih murah dan masuk akal. Gubernur Iqbal bilang total anggaran sekitar Rp 3,5 triliun sampai Rp3,7 triliun, semuanya dari APBN.
Rinciannya: segmen Sengkol (Lombok Tengah) sampai Pringgabaya (Lombok Timur) sepanjang 52,946 km butuh Rp 2,8 triliun. Sisanya Rp 700 miliar untuk peningkatan status jalan Patung Sapi-Bandara Internasional Lombok jadi jalan bypass.
Targetnya berani:
- Studi kelayakan (FS): selesai akhir 2025
- 2026: fokus DED, AMDAL, dan pembebasan lahan
- Awal 2027: tender di Kementerian PU, mulai konstruksi
- 2028-2029: beroperasi
Kepala Dinas PUPR NTB Lalu Kusuma Wijaya menegaskan: "Insya Allah akan di tender pada tahun 2027, semua proses tendernya di pusat di Kementerian PU. Semua konstruksinya dilaksanakan pada tahun 2027 sehingga pada tahun 2028 atau 2029 paling lambat jalan ini udah bisa beroperasi."
Dampaknya langsung terasa:
Sekarang, Lembar-Kayangan lewat jalur lama makan 3-4 jam. Dengan bypass, dipangkas jadi 1 jam 45 menit sampai 2 jam.
"Kita pakai jalur selatan karena dekat dengan bypass dan airport," kata Iqbal dalam sebuah kesempatan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





