Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saat Diaspora Indonesia Menjadi Orang Asing di Tanah Air Sendiri

Prihadi Zoldic
Penulis: Prihadi Zoldic❯
Herman Syah
Herman Syah

Advertisement

 

LombokPost - Apakah seseorang harus kehilangan status sebagai bagian dari bangsa hanya karena membangun kehidupan dan karier di negeri orang? Pertanyaan ini terus menghantui ribuan diaspora Indonesia yang terjebak dalam dilema antara tuntutan administrasi negara dan ikatan batin yang tak pernah putus dengan tanah air.

Oker, pria berusia 35 tahun yang kini menetap di Belanda, merasakan paradoks tersebut setiap kali kembali berkunjung ke Indonesia. Meskipun ia lahir di Bandung dan merasa dirinya tetaplah orang Indonesia, ia sering kali dipandang sebagai orang asing di tanah kelahirannya sendiri.

Advertisement

"Kalau saya boleh memiliki dua paspor, saya merasa mendapatkan kembali rumah saya yang hilang," ujar Oker. Baginya dan banyak diaspora lain, kewarganegaraan ganda bukan sekadar soal kemudahan bepergian, melainkan tentang pengakuan identitas dan menjaga akar keluarga.

Kondisi serupa dialami oleh anak-anak hasil perkawinan campuran. Hukum Indonesia saat ini mewajibkan mereka memilih satu kewarganegaraan paling lambat tiga tahun setelah usia 18 tahun, yang kerap memicu kesedihan mendalam bagi orang tua yang ingin anak-anaknya tetap memiliki ikatan legal dengan Indonesia.

Advertisement

Persoalan ini kian mendesak seiring dengan penyusunan RUU Kewarganegaraan yang kini masuk dalam Program Legislasi Nasional Prioritas. Namun, draf yang ada dinilai belum menjawab kebutuhan dasar diaspora karena masih menempatkan mereka sebagai warga asing, meski telah disediakan fasilitas izin tinggal tertentu.

Pokja Kewarganegaraan Ganda, yang mewadahi berbagai organisasi diaspora di Belanda, telah mengusulkan model kewarganegaraan ganda terbatas. Mereka mengusulkan eks-WNI serta keturunannya dapat memiliki kewarganegaraan Indonesia tanpa melepas paspor negara lain, dengan menyertakan batasan ketat seperti larangan jabatan negara dan kepemilikan tanah tertentu.

Dari sisi ekonomi, peran diaspora tidak bisa dipandang sebelah mata dengan nilai remitansi mencapai Rp288 triliun pada 2025. Data global pun menunjukkan mayoritas negara di dunia telah menoleransi kewarganegaraan ganda sebagai langkah adaptif di era mobilitas tinggi.

Sekretaris Pokja, Monique Patricia, menegaskan bahwa masalah ini jauh melampaui urusan teknis birokrasi. "Kewarganegaraan bukan hanya persoalan administratif atau status hukum, tetapi juga menyangkut identitas, keluarga, akar budaya, dan ikatan batin dengan Indonesia," jelas Monique.

Perdebatan ini mencerminkan kebutuhan negara untuk merumuskan ulang definisi warga negara di tengah dinamika global. Ke depan, tantangannya adalah bagaimana Indonesia mampu memberikan ruang bagi warganya di perantauan untuk tetap berkontribusi tanpa harus memutus hubungan kewarganegaraan yang telah terbangun secara historis.

Advertisement
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Percepat Proyek Listrik di Indonesia Timur, RDW Manurung Raih Penghargaan NEA 2026

Percepat Proyek Listrik di Indonesia Timur, RDW Manurung Raih Penghargaan NEA 2026

GM PLN UIP Nusra RDW Manurung meraih NEA 2026 berkat capaian pembangunan pembangkit, jaringan transmisi, dan gardu induk di Nusa Tenggara.

OJK Pacu Reformasi Pasar Modal di Tengah Tekanan Global dan Reklasifikasi MSCI Indonesia

OJK Pacu Reformasi Pasar Modal di Tengah Tekanan Global dan Reklasifikasi MSCI Indonesia

OJK dorong reformasi integritas pasar modal di tengah penurunan IHSG dan dinamika reklasifikasi indeks MSCI Indonesia.

Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali ke Timnas Indonesia

Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali ke Timnas Indonesia

Rafael Struick menegaskan dirinya selalu siap apabila kembali mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia. Meski demikian, penyerang Dew

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer