Fenomena alam yang menakjubkan ini dikonfirmasi langsung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai salah satu peristiwa astronomi paling dinanti tahun ini.
Dikutip dari siaran pers resmi BMKG, masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah NTB, memiliki kesempatan emas untuk menyaksikan detik-detik Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.
Jangan Sampai Terlewat, Ini Jadwalnya!
Bagi Anda warga Lombok, Sumbawa, dan sekitarnya, pastikan sudah bersiap sejak petang.
Berdasarkan data BMKG, fase Gerhana Bulan Total ini akan dimulai pada pukul 18.03 WIB.
Namun, untuk wilayah NTB yang menggunakan Waktu Indonesia Tengah (Wita), puncak Gerhana Bulan Total akan terjadi pada pukul 19.33.39 Wita.
Pada momen inilah, jika langit cerah, bulan akan menampakkan rona merah eksotis atau yang sering dijuluki sebagai Blood Moon.
"Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah; jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi," ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama.
Mengapa Berwarna Merah? Warna merah yang muncul bukan karena hal mistis, melainkan hasil dari hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.
Cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) berhasil lolos dan mencapai permukaan Bulan.
Fase totalitas ini—saat Bulan benar-benar tersembunyi di bayangan umbra—akan berlangsung selama kurang lebih 59 menit 27 detik.
Baca Juga: Audiensi ke Sari Yuliati, ADKASI Minta Evaluasi Kebijakan Transfer Keuangan ke Daerah
Secara keseluruhan, rangkaian proses gerhana dari awal hingga benar-benar berakhir akan memakan waktu lebih dari 5 jam.
Tips Menonton
Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Fachri Radjab menyarankan masyarakat untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya.
"Cari tempat yang memiliki pandangan langit cerah ke arah terbitnya bulan," pesannya.
Gerhana kali ini merupakan anggota ke-27 dari seri Saros 133 dan pernah terjadi sebelumnya pada 2008 silam.
Jika Anda melewatkan momen besok malam, Anda harus menunggu hingga 13 Maret 2044 untuk melihat fenomena serupa dari seri yang sama.
Jadi, pastikan baterai ponsel dan kamera Anda penuh besok malam untuk mengabadikan momen langka ini!
Editor : Marthadi