LombokPost – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram bersama Anggota Komisi IX DPR RI M Muazzim Akbar menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta sosialisasi pengawasan obat dan makanan di Kecamatan Narmada dan Lingsar, Senin (30/3).
Kegiatan ini melibatkan tokoh masyarakat, para kepala desa, serta warga sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih produk yang aman dikonsumsi.
"Kegiatan KIE menekankan pentingnya pola konsumsi sehat sebagai bagian dari kualitas hidup masyarakat," kata Anggota Komisi IX DPR RI M Muazzim Akbar.
Disampaikan, setiap produk obat dan makanan wajib memiliki izin edar dari BPOM sebagai jaminan keamanan, mutu, dan manfaat.
Ia mengingatkan masih banyaknya produk ilegal yang beredar, seperti kosmetik berbahaya, jamu tanpa izin edar, hingga obat kuat ilegal yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Muazzim juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur produk murah dengan hasil instan. Ia menekankan pentingnya membeli produk di tempat resmi, memeriksa izin edar, tanggal kedaluwarsa, serta memastikan kondisi kemasan tetap baik.
"BPOM ini juga punya peran besar mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pelatihan keamanan pangan kepada penyelenggara untuk mencegah terjadinya kasus keracunan makanan di masyarakat," jelas politisi PAN itu.
Ketua Infokom BBPOM Mataram Winartutik menekankan kepada konsumen untuk menerapkan prinsip cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa).
Prinsip ini dinilai sebagai langkah sederhana namun efektif dalam melindungi masyarakat dari produk berisiko.
"Masyarakat juga perlu mewaspadai terkait berbagai cemaran pangan seperti formalin, boraks, dan Rhodamin B, serta bahaya penyalahgunaan obat dan antibiotik," kata Winartutik.
Melalui rangkaian kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memilih produk yang aman serta berperan aktif sebagai konsumen cerdas demi melindungi kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Editor : Prihadi Zoldic