Beda Kondisi Jalan, Beda Teknik Pengereman! Astra Motor NTB Edukasi Pengendara Hadapi Turunan

LombokPost – Keterampilan melakukan pengereman sepeda motor harus disesuaikan dengan kondisi jalan. Pengendara wajib membedakan teknik mengerem di jalan datar dan jalan menurun agar kendaraan tetap terkendali serta aman.
Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, menjelaskan bahwa pengereman memerlukan pemahaman terkait distribusi beban, kondisi jalan, serta penggunaan rem depan dan belakang.
“Kesalahan yang sering terjadi adalah pengendara menggunakan teknik pengereman yang sama di semua kondisi jalan. Padahal, saat melewati turunan, pengendara perlu lebih cermat dalam mengendalikan kecepatan, menjaga keseimbangan, dan mengatur penggunaan rem agar tidak bekerja secara berlebihan dalam waktu yang lama,” jelas Satria.
Pada jalan datar, pengereman dilakukan bertahap sesuai kebutuhan. Rem depan memberikan kontribusi terbesar, namun efektivitasnya tetap dipengaruhi kecepatan, kondisi ban, serta permukaan jalan.
Sementara pada jalan menurun, gaya gravitasi dan perpindahan beban ke depan membuat motor cenderung melaju lebih cepat. Karena itu, pengendara diimbau mengoperasikan rem depan dan belakang secara halus serta berkesinambungan.
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat melewati turunan meliputi:
· Hindari Pengereman Terus-Menerus: Pengereman berkepanjangan pada turunan panjang dapat meningkatkan suhu komponen rem dan memicu penurunan fungsi rem. Kurangi kecepatan sejak sebelum memasuki turunan.
· Karakter Engine Brake Motor Matik: Tutup gas secara wajar sebelum turunan agar engine brake bekerja. Namun, jangan hanya mengandalkan engine brake—tetap kombinasikan dengan rem depan dan belakang secara halus. Hindari mematikan mesin saat motor bergerak.
· Posisi Tubuh & Konsentrasi: Pertahankan posisi tubuh seimbang, pegang setang dengan mantap, dan hindari pengereman mendadak di jalan licin atau tidak rata agar tidak tergelincir.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




