Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cesc Fabregas Tegaskan Komitmen di Como, Enggan Tergiur Ambisi Dangkal Klub Besar

R

Pelatih Como Cesc Fabregas. (Foto: Getty Images)
Pelatih Como Cesc Fabregas. (Foto: Getty Images)
LombokPost — Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, memberikan pernyataan tegas mengenai masa depannya di tengah spekulasi yang mengaitkan dirinya dengan klub-klub elite Eropa.


Advertisement

Mantan bintang Barcelona dan Arsenal tersebut menekankan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membangun fondasi yang kuat bagi klub milik pengusaha Indonesia tersebut.

Pernyataan ini muncul untuk meredam klaim yang menyebutkan bahwa Fabregas akan meninggalkan Como pada akhir musim demi mengejar karier di klub dengan reputasi lebih besar.

Dalam wawancaranya bersama DAZN, Fabregas mengungkapkan dedikasi totalnya untuk proyek yang sedang ia jalankan di Stadion Giuseppe Sinigaglia.

Advertisement

Fokus pada Proses dan Keberlanjutan


Fabregas menilai bahwa ambisi yang tidak terukur justru dapat merusak karier seorang pelatih. Ia memilih untuk bersikap realistis dalam menetapkan target bagi timnya.

"Saat ini, saya akan memberikan hampir seluruh hidup saya untuk Como. Saya tidak memikirkan hari esok. Saya ingin menjadi versi terbaik dari diri saya, tetapi dengan cara yang cerdas. Ambisi yang tidak masuk akal bisa menjadi berbahaya. Saya tidak bisa mengatakan saya ingin memenangkan Liga Champions; itu dangkal. Waktu sangat penting," ujar Fabregas.

Advertisement

Pelatih asal Spanyol tersebut juga menyoroti fenomena pelatih yang terburu-buru mengambil keputusan untuk pindah ke klub besar namun gagal bertahan lama.

"Banyak orang pergi ke klub besar dan pergi dalam tiga minggu. Saya sangat tenang," tuturnya menekankan pentingnya kematangan dalam berkarier.

Membangun Warisan di Como
Meski Como terus menunjukkan perkembangan, Fabregas enggan memberikan janji-janji berlebihan mengenai gelar juara. Baginya, konsistensi taktik dan ideologi permainan jauh lebih penting daripada ambisi instan.

"Kami tidak pernah membicarakan tentang memenangkan Scudetto atau Liga Champions; tidak ada ruang untuk itu. Saya percaya pada kerja keras, pada memiliki ide... Jika Anda dapat menemukan motivasi untuk berkembang, apa pun mungkin terjadi," katanya.

Menanggapi kekalahan telak 0-4 dari Inter Milan beberapa waktu lalu, Fabregas tetap pada pendiriannya untuk tidak mengubah filosofi permainan tim secara reaktif.

"Kami kalah 4-0 dari Inter, tetapi kami tidak boleh berpikir untuk mengubah segalanya; sebaliknya. Kami perlu meningkatkan diri, yang berbeda. Saya bermimpi meninggalkan warisan yang dapat dilanjutkan oleh mereka yang datang setelah kami di jalan yang telah kami mulai," pungkasnya.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Tribal Football
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Manchester United Serius Incar Bek Muda Como Jacobo Ramon

Manchester United Serius Incar Bek Muda Como Jacobo Ramon

Manchester United incar bek Como, Jacobo Ramon, untuk perkuat pertahanan. Persaingan ketat dengan Chelsea dan Real Madrid jadi tantangan.

Real Madrid Menyesal? Nico Paz Menggila di Bawah Cesc Fabregas Bersama Como

Real Madrid Menyesal? Nico Paz Menggila di Bawah Cesc Fabregas Bersama Como

Nico Paz tampil impresif saat Como bantai Lens 9-1 di Liga Champions. Performa gemilang di bawah asuhan Cesc Fabregas membuatnya bersinar.

Cesc Fabregas Bawa Como Menggila di Liga Champions, Cetak 19 Gol dalam Empat Laga

Cesc Fabregas Bawa Como Menggila di Liga Champions, Cetak 19 Gol dalam Empat Laga

Como mencetak 19 gol dalam empat laga Liga Champions. Simak filosofi Cesc Fabregas di balik kemenangan atas MU dan Lens.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer