Ronald Araújo, Benteng Pertahanan Liverpool yang Pernah Berjuang Melawan Depresi

LombokPost - Di lapangan, Ronald Araújo dikenal sebagai bek yang tangguh. Posturnya kokoh, duel fisiknya kuat, dan keberaniannya menghadapi penyerang lawan menjadi salah satu modalnya sebagai pemain bertahan.
Namun, di balik sosok yang terlihat perkasa itu, bek asal Uruguay tersebut pernah berjuang melawan kecemasan selama sekitar satu setengah tahun hingga berkembang menjadi depresi.
"Saya mengalami kecemasan selama satu setengah tahun yang kemudian berubah menjadi depresi, dan saya tetap bermain dalam kondisi seperti itu," ungkap Araújo dalam wawancara eksklusif dengan Mundo Deportivo yang diterbitkan pada 11 Februari 2026.
Baca Juga: Chelsea Larang Pemandu Bakat Liverpool Usai Kehilangan Rio Ngumoha
Pengakuan mantan kapten Barcelona itu mengungkap sisi kehidupan pesepak bola profesional yang jarang terlihat.
Di tengah sorotan jutaan penggemar, tuntutan prestasi, dan tekanan kompetisi, Araújo ternyata menyimpan persoalan yang tidak mudah ia ceritakan kepada orang lain.
Selama berbulan-bulan, ia memilih bertahan. Tetap berlatih, tetap bermain, dan berusaha menjalankan tanggung jawabnya sebagai pemain Barcelona. Namun, kondisi yang dialaminya tidak membaik hanya dengan memaksakan diri untuk terus kuat.
Kartu Merah yang Menjadi Titik Balik
Titik balik itu datang pada 25 November 2025, ketika Barcelona menghadapi Chelsea di Stamford Bridge dalam pertandingan Liga Champions.
Barcelona kalah 0-3. Araújo menerima dua kartu kuning dan harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah diusir wasit.
Kartu merah tersebut menjadi sorotan. Sebagai pemain bertahan Barcelona, ia menghadapi kritik atas penampilannya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




