
Lombok Post - Petaka besar harus ditelan Manchester United saat melawat ke markas Chelsea. Di tengah upaya keras skuad tamu mengejar ketertinggalan, bek tengah andalan mereka, Lisandro Martínez, justru harus mandi lebih cepat setelah diganjar kartu kuning kedua berujung kartu merah pada menit ke-62.
Insiden krusial tersebut langsung meruntuhkan kedisiplinan barisan pertahanan Setan Merah yang sejak awal babak kedua terus digempur habis-habisan. Keputusan wasit memberikan kartu merah tegas itu membuat mental bertanding para pemain tamu langsung drop di lapangan.
Baca Juga: Nyaris Comeback di Usia 48 Tahun, Francesco Totti Tolak Pinangan Como Demi Setia pada AS Roma
Hanya berselang satu menit dari insiden tersebut, petaka kian lengkap ketika wasit menunjuk titik putih di kotak terlarang akibat pelanggaran susulan yang tidak perlu. Kesempatan emas ini langsung dimanfaatkan dengan sempurna oleh Chelsea untuk memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
Hilangnya pilar utama di lini belakang praktis memupus harapan Erik ten Hag untuk melakukan taktik comeback di sisa waktu pertandingan. Manchester United pun harus pulang dengan kepala tertunduk akibat runtuhnya konsentrasi di momen-momen paling krusial.
Evaluasi mendalam tentu harus segera dilakukan oleh jajaran pelatih Manchester United terkait masalah disiplin pemain di laga tandang. Kartu merah semacam ini terbukti berulang kali menjadi pembeda yang menghancurkan skema permainan tim secara keseluruhan.
Absennya Lisandro Martínez pada pertandingan selanjutnya juga akan meninggalkan lubang besar di lini pertahanan Setan Merah, memaksa sang manajer memutar otak mencari pengganti sepadan untuk menjaga kestabilan tim di pekan depan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




