
LombokPost- Kemenangan Manchester United (MU) atas AS Roma di Liga Champions menjadi angin segar bagi Michael Carrick. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri tren sembilan kekalahan beruntun yang membuat posisi pelatih Setan Merah itu berada di bawah tekanan besar.
Namun, satu kemenangan belum sepenuhnya menyelamatkan masa depan Carrick di Old Trafford. Manajemen MU masih akan mengevaluasi kinerja sang pelatih, terutama setelah pertandingan melawan Aston Villa pada Minggu (8/11) mendatang.
Sebelum menghadapi AS Roma pada Rabu (4/11) dini hari WIB, situasi MU memang cukup mengkhawatirkan. Setan Merah bahkan sempat terperosok ke zona degradasi Premier League sebelum Crystal Palace kalah 0-2 dari Tottenham Hotspur.MU saat itu menempati peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi tujuh poin dari sembilan pertandingan. Rentetan hasil buruk tersebut membuat posisi Carrick semakin terancam.
Berdasarkan data Oddschecker, William Hill sempat menempatkan Carrick sebagai salah satu pelatih yang berpeluang kehilangan pekerjaan. Peluang pemecatannya berada di angka 8/13 sebelum kemenangan atas Roma. Carrick bukan satu-satunya pelatih yang berada dalam tekanan. Pelatih Crystal Palace Pierre Sage juga masuk daftar manajer yang berpotensi dipecat dengan peluang 11/4 menurut William Hill.
Sage menggantikan Oliver Glasner pada musim panas. Namun, awal musim yang buruk membuat Crystal Palace baru mengumpulkan tujuh poin dari sembilan pertandingan Liga Inggris. Nama Regis Le Bris juga masuk dalam daftar tersebut. Sunderland mengalami penurunan performa setelah musim lalu mampu finis di peringkat ketujuh. Kini, mereka terpuruk di dasar klasemen dengan koleksi lima poin dari sembilan pertandingan.
Sementara itu, tekanan juga menghampiri Newcastle United. Sportbible melaporkan, manajemen klub mulai mempertimbangkan masa depan Matthias Jaissle setelah kekalahan 0-1 dari Everton di St James' Park. Kekalahan kandang kedua secara beruntun membuat posisi Jaissle semakin sulit. Pelatih asal Jerman itu mengaku kecewa karena timnya terlalu mengandalkan umpan panjang yang bukan bagian dari rencana permainan.
”Umpan panjang bukanlah rencana kami. Ini adalah sesuatu yang harus kami benahi,” ujar Jaissle.
Dia juga mengakui Newcastle kehilangan kepercayaan diri. Menurutnya, seluruh pemain harus tetap bersatu dan melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab tim gagal menjalankan strategi sejak awal pertandingan.
Kritik Jaissle terhadap pola permainan tim turut menambah tekanan. Berdasarkan data Oddschecker yang dikutip Sportbible, pelatih berusia 38 tahun itu memiliki peluang 13/2 untuk menjadi manajer pertama yang kehilangan pekerjaan. Sebagian suporter Newcastle bahkan melontarkan cemoohan setelah penampilan mengecewakan tim.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




