LombokPost–Keberhasilan Timnas Futsal Indonesia melaju ke final Piala Asia 2026 seolah membangkitkan kembali memori kejayaan Vamos FC Mataram. Di balik kemenangan fenomenal melawan Jepang di semifinal, publik NTB patut berbangga karena dua pilar utama Garuda merupakan "alumni" emas dari klub legendaris Vamos FC Mataram.
Dua sosok tersebut adalah kiper Muhammad Nizar dan flank lincah Syauqi Saud. Keduanya pernah menjadi ikon bagi publik futsal di Gumi Gora saat Vamos FC Mataram mendominasi liga nasional beberapa tahun silam.
Tembok Kokoh Sang Legenda Mataram
Muhammad Nizar membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Kiper yang membawa Vamos meraih hattrick gelar juara (2017-2019) ini tampil dengan percaya diri untuk memberikan tekanan kepada pemain Jepang.
Meski tidak bermain cukup lama, Nizar datang pada momentum yang tepat, yakni ketika Jepang mendapatkan hadiah penalti kedua, yang terjadi pada babak tambahan waktu.
Nizar yang berada di bawah mistar gawang rupanya membuat pemain Timnas Futsal Jepang, Kazuya Shimizu gentar. Eksekusi penaltinya melambung ke arah kanan gawang yang dijaga Nizar.
Melesetnya tendangan penalty Shimizu membuat skor tidak berubah, tetap 5-3 untuk keunggulan Garuda.
Bagi pendukung setia Vamos Mataram, ketenangan Nizar mengingatkan kembali pada memori indah.
Pengalamannya bertanding di level internasional saat membela Vamos di ajang AFC Club Championship menjadi modal berharga bagi mentalitas juara yang ia tularkan kepada pemain muda lainnya di skuad asuhan Hector Souto.
Sihir Syauqi Saud di Sisi Lapangan
Di lini serang, peran Syauqi Saud tetap menjadi sentral. Pemain yang memulai karier profesionalnya di Mataram FC sebelum naik kelas ke Vamos Mataram ini merupakan motor serangan utama dalam skema transisi cepat pelatih Hector Souto.
Meskipun gol-gol kemenangan dicetak oleh Samuel Eko, Firman Ardiansyah, Reza Gunawan, dan Dewa Rizki, pergerakan Syauqi di sisi flank sangat merepotkan pertahanan Jepang.
Ia seringkali memecah fokus pemain bertahan lawan, yang memberikan ruang bagi rekan setimnya untuk mengeksploitasi celah.
Secara statistik, Syauqi Saud adalah salah satu pemain yang paling sering mengancam gawang Jepang yang dijaga Hiroshi Tabuchi.
- Shots on Target: Ia mencatatkan 4 tembakan tepat sasaran, jumlah tertinggi di timnas Indonesia (setara dengan Mochammad Iqbal).
- Peluang Emas: Pada menit ke-10, Syauqi mendapatkan peluang matang di dalam kotak penalti Jepang setelah melakukan penetrasi, namun sayangnya sepakannya masih bisa diamankan sehingga belum berbuah gol.
Kecepatan dan kelincahannya menyisir sisi lapangan menjadi ancaman konstan bagi pertahanan lawan sepanjang turnamen Piala Asia 2026 ini.
Sebagai salah satu pemain yang matang di Mataram, kehadiran Syauqi di partai puncak membawa kebanggaan tersendiri bagi publik futsal di NTB. Ia membuktikan bahwa fondasi yang dibangun di Vamos Mataram telah melahirkan pemain kelas Asia.
Misi Meruntuhkan Dominasi Iran
Kini, Nizar dan Syauqi memiliki satu tugas terakhir untuk menyempurnakan dongeng indah ini. Indonesia dijadwalkan menantang raja futsal Asia, Iran, di babak final yang akan digelar pada Sabtu (7/2) malam pukul 19.00 WIB.
Jika berhasil membawa Indonesia juara, Nizar dan Syauqi tidak hanya mencatatkan sejarah bagi Indonesia, tetapi juga membuktikan bahwa fondasi kuat yang pernah dibangun oleh Vamos Mataram di NTB telah melahirkan pahlawan-pahlawan yang mampu berbicara banyak di kancah dunia.
Editor : Akbar Sirinawa