Yildiz, yang kini berusia 20 tahun, memilih hengkang dari Allianz Arena untuk bergabung dengan raksasa Serie A, Juventus. Dalam wawancara terbarunya, ia menegaskan bahwa keputusannya pindah bukan didasari oleh faktor finansial semata.
Berbicara kepada Soy Calcio, pemain internasional Turki ini menjelaskan bahwa visi utamanya adalah meningkatkan kemampuan teknis di lapangan hijau. Baginya, kenyamanan dan ruang untuk berkembang jauh lebih berharga daripada nilai kontrak.
"Saya tidak pernah bermain untuk uang, tetapi untuk meningkatkan kemampuan. Saya selalu berpikir bahwa uang adalah konsekuensi. Keluarga saya yang mengurus bagian itu. Saya hanya memberi tahu orang tua saya bahwa saya sangat bahagia di Juve," ujar Kenan Yildiz.
Selama 11 tahun menimba ilmu di akademi Bayern Muenchen, Yildiz mengaku tidak pernah benar-benar merasakan dukungan penuh dari pihak klub. Hal inilah yang menjadi pembeda utama saat ia menginjakkan kaki di Turin.
Yildiz merasa Juventus memberikan apresiasi dan kepercayaan yang ia butuhkan sejak hari pertama bergabung.
"Saya sudah berada di sini selama empat tahun dan mereka selalu menunjukkan kepercayaan yang besar kepada saya, jenis kepercayaan yang kurang di Bayern, misalnya. Bukan karena uang, tidak ada apa pun di sana," tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa situasi internal di Bayern saat itu cukup kompleks bagi pemain muda sepertinya.
"Di Bayern, ada begitu banyak masalah. Saya berada di sana selama 11 tahun dan saya tidak pernah merasakan kepercayaan mereka. Selalu ada seseorang yang lebih baik dari saya. Sangat mudah, saya akan mengatakan wajar, untuk pergi," pungkas Yildiz.
Sejak kepindahannya, Kenan Yildiz telah menjadi bagian penting dari skuad Bianconeri. Performa konsistennya di lini depan membuktikan bahwa keputusan berani yang ia ambil tiga tahun lalu merupakan langkah tepat untuk karier profesionalnya.
Editor : Redaksi Lombok Post