Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hizbullah Luncurkan Lebih dari 30 Roket ke Haifa dan Nahariya

Redaksi Lombok Post • Selasa, 24 Maret 2026 | 22:55 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi
LombokPost— Kelompok perlawanan Hizbullah Lebanon melancarkan serangan roket besar-besaran yang menargetkan kota Haifa dan Nahariya di wilayah utara Israel pada Selasa (24/3/2026).

Serangkaian operasi ini melibatkan berbagai jenis rudal yang juga menyasar sejumlah posisi militer di sepanjang garis perbatasan.

Media setempat melaporkan bahwa sedikitnya 30 roket terdeteksi meluncur ke arah Haifa dan Nahariya dalam kurun waktu singkat. Serangan tersebut menyebabkan dampak kerusakan pada infrastruktur sipil dan militer.

Dua proyektil dilaporkan mendarat di kawasan Kiryat Motzkin, sebelah utara Haifa, di mana salah satu roket menghantam sebuah bangunan secara langsung. Selain itu, serangan roket lainnya terkonfirmasi menghantam wilayah Ibtin di sisi timur Haifa.

Pihak Hizbullah menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari peringatan yang sebelumnya telah dikeluarkan terhadap sejumlah permukiman di Palestina utara yang diduduki.

Selain menyasar pemukiman, kelompok tersebut juga mengumumkan telah melakukan "serangan roket besar-besaran" yang menargetkan kompleks industri militer Rafael di utara daerah Kiryat. Fasilitas ini dikenal sebagai salah satu instalasi militer strategis utama milik otoritas Israel. Tak lama berselang, salvo roket tambahan juga ditembakkan ke arah Kiryat Shmona.

Sepanjang Selasa pagi, Hizbullah merilis serangkaian pernyataan yang merinci berbagai detail operasi darat terhadap pasukan Israel. Operasi tersebut mencakup tiga serangan terpisah menggunakan kombinasi rudal berpemandu dan drone serbu yang menargetkan konsentrasi pasukan di kota perbatasan Al Quzah.

Dua serangan tambahan, yang terdiri dari satu unit roket dan satu rudal berpemandu, dilaporkan menargetkan posisi militer baru yang didirikan di daerah Balat.

Hizbullah menegaskan bahwa rangkaian operasi ini merupakan bagian dari kampanye militer "pertempuran badai yang menghancurkan". Strategi ini diluncurkan sebagai bentuk dukungan terhadap Iran serta respons atas agresi yang dimulai sejak 28 Februari lalu.

Strategi Pertahanan dan Hukum Internasional

Sejak pecahnya konflik berskala luas melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, front perlawanan mengklaim telah beroperasi di bawah strategi terpadu. Kelompok tersebut menyatakan bahwa tindakan mereka berhasil menahan pergerakan pasukan darat Israel secara signifikan di wilayah utara.

Hizbullah membingkai seluruh operasi militernya sebagai bentuk pembelaan diri yang sah berdasarkan hukum internasional. Mereka menyatakan bahwa langkah tersebut diambil demi "membela Lebanon dan rakyatnya" dari agresi militer yang terus berlangsung di kawasan tersebut.

Editor : Redaksi Lombok Post
#hizbullah #Israel #lebanon