Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perbaikan Jalan Kore-TPI Masih Tanggung Jawab Rekanan

L
Penulis: Lombok Post Online❯

 


Advertisement

Taufik 
Taufik 

LombokPost - Jalan hotmix ruas Kore–TPI di Desa Kore, Kabupaten Bima, mengalami kerusakan meski belum genap sebulan rampung dikerjakan.

Aspal di sejumlah titik dilaporkan mengelupas setelah diguyur hujan deras dan tergenang air.

Advertisement

Pantauan warga, genangan air yang muncul usai hujan diduga mempercepat kerusakan permukaan jalan.

Padahal, proyek pengaspalan sepanjang 440 meter itu baru selesai dikerjakan pada awal Februari 2025.

Advertisement

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bima Taufik tidak membantah adanya kerusakan tersebut.

Dia menegaskan, ruas jalan itu masih dalam masa pemeliharaan sehingga tanggung jawab perbaikan berada di pihak kontraktor dan akan segera ditangani.

“Selama masa pemeliharaan, tanggung jawab ada pada kontraktor,” kata Taufik saat dikonfirmasi.

Dia memastikan perbaikan akan dilakukan dalam masa pemeliharaan tanpa menambah beban anggaran daerah. "Jadi, tidak dianggarkan lagi, karena tanggung jawab rekanan," tegas dia.

Anggota DPRD Bima Ramdin mengaku, sejak awal telah mengingatkan pemerintah daerah agar penyerapan anggaran dilakukan sesuai perencanaan teknis demi menjamin kualitas pekerjaan.

“Sejak awal kami kritik keras saat paripurna yang dihadiri Bupati, agar penyerapan anggaran dipercepat sesuai perencanaan teknis supaya kualitas pekerjaan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Ramdin.

Diketahui, ruas Kore–TPI merupakan bagian dari program hotmix Pemerintah Kabupaten Bima tahun anggaran 2025 dengan pagu Rp 1,5 miliar yang bersumber dari APBD 2025.

Berdasarkan dokumen kontrak, pekerjaan itu dilaksanakan oleh PT Citra Harapan Persada (CHP) dengan Nomor Kontrak 602.1/252/06.9/2025 dan nilai kontrak sebesar Rp 1.490.076.319,94.

Pekerjaan hotmix ruas Kore–TPI masuk dalam satu paket proyek yang dikerjakan PT CHP dengan total nilai Rp 12.050.000.000.

Paket tersebut mencakup sejumlah ruas jalan lain, yakni Rekonstruksi Ruas Jalan Nata–Cenggu (Hotmix), Sarita–SP Oo (Hotmix), Sarita–Wadukopa (Hotmix), Rasabou–Kananga (Hotmix), serta Tente–Godo (Jalan Jenderal Sudirman) (Hotmix). (jlo/r5)

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rumah, Sekolah, dan Gereja Rusak, Picu Tsunami Kecil Pasca Gempa Filipina M7,8

Rumah, Sekolah, dan Gereja Rusak, Picu Tsunami Kecil Pasca Gempa Filipina M7,8

Dampak Gempa Filipina di Sulut-Malut. Kemenlu Telusuri Kondisi WNI di Mindanao Selatan. BNPB data rumah rusak, warga terdampak, terisolasi.

Gubernur NTB Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei: Perhitungkan Mitigasi Bencana, Sistem Drainase, dan Karakter Wilayah

Gubernur NTB Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei: Perhitungkan Mitigasi Bencana, Sistem Drainase, dan Karakter Wilayah

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan di NTB ke depan harus berbasis mitigasi risiko dan perlindungan.

NTB Kejar Dukungan Pusat untuk Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Melalui IJD

NTB Kejar Dukungan Pusat untuk Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Melalui IJD

Pemprov NTB usulkan tujuh ruas jalan dan sejumlah jembatan melalui program Inpres Jalan Daerah untuk mempercepat penanganan infrastruktur.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer