
LombokPost - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima memperkuat pemanfaatan listrik untuk mendukung sektor pertanian melalui program Irigasi dan Pompanisasi (IRPOM). Namun, di balik upaya mendongkrak produktivitas sawah, PLN mewanti-wanti petani agar tidak menggunakan aliran listrik ilegal, terutama kawat setrum pembasmi hama tikus.
Peringatan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Program Strategis Kementerian Pertanian. Lewat forum ini, PLN memaparkan efisiensi pompa air bertenaga listrik sekaligus menyoroti potensi ancaman keselamatan kerja di areal persawahan.
Manager PLN UP3 Bima menjelaskan bahwa peralihan ke pompa listrik memang mampu memangkas biaya operasional pengairan sawah dan menjaga pasokan air tanaman. Meski demikian, efisiensi tersebut harus berjalan beriringan dengan standar keselamatan instalasi ketenagalistrikan yang benar.
Salah satu fokus edukasi tertuju pada praktik pemasangan kawat beraliran listrik terbuka untuk menjerat tikus di sawah. Metode ilegal ini dinilai sangat berbahaya karena kerap memicu sengatan listrik fatal yang merenggut korban jiwa, baik petani itu sendiri maupun warga lain yang melintas di sekitar persawahan.
Untuk menghindari insiden fatal, PLN meminta para petani menghentikan penggunaan jebakan listrik dan tidak menyambung arus secara ilegal. Warga juga diimbau segera melapor ke petugas PLN apabila menemukan kabel terkelupas atau instalasi jaringan yang membahayakan lingkungan.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) Yondri Zulfadli menegaskan komitmen perseroan dalam menopang ketahanan pangan daerah bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.
"Semangat Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi kita semua untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. PLN tidak hanya berkomitmen menyediakan listrik untuk mendukung sektor pertanian, tetapi juga mendorong pemanfaatannya secara aman dan bertanggung jawab," kata Yondri.
Yondri berharap kolaborasi erat antara PLN, pemerintah daerah, dan kelompok tani di NTB dapat mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan tanpa mengorbankan keselamatan jiwa masyarakat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




