Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perbatasan Thailand dan Kamboja Memanas Lagi, Bangkok Kembali Lancarkan Operasi Udara

L
Penulis: Lombok Post Online❯
Perang Thailand dan Kamboja
Perang Thailand dan Kamboja

LombokPost - Relasi Thailand dan Kamboja bak api dalam sekam. Akibat tidak benar-benar dipadamkannya akar persoalannya, api itu setiap saat bisa menyala menjadi bara peperangan.


Advertisement

Kesepakatan damai yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan dimediatori Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Oktober lalu hanya tinggal macan kertas. Sebab, kesepakatan tersebut tidak menyelesaikan pemicu konflik: sengketa perbatasan.

Senin (8/12), contohnya, Bangkok kembali melancarkan serangan udara di sepanjang perbatasan yang menjadi sengketa dengan negara tetangganya tersebut. Mengutip The Guardian, militer Thailand menyebut, serangan udara dilakukan untuk menghantam target-target militer Kamboja.

Pemicunya, Bangkok menuduh Phnom Penh mengerahkan senjata berat dan memindahkan unit tempur ke garis depan.

Advertisement

“Prajurit kami diserang dengan senjata pendukung. Satu tewas dan empat lainnya luka,” ujar Juru Bicara Angkatan Darat Thailand Winthai Suvaree.

Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Kamboja menuding Thailand sebagai pihak yang memulai serangan terbaru. Phnom Penh menyatakan, tidak akan membalas meski provokasi terjadi selama berhari-hari.

Ini bukan ketegangan pertama sejak kesepakatan yang diteken kedua negara di Kuala Lumpur pada akhir Oktober yang mengakhiri perang lima hari pada Juli lalu. Konflik singkat itu menewaskan sedikitnya 48 orang dan memaksa 300.000 warga mengungsi.

Advertisement

Mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen meminta pasukan negaranya menahan diri. Dia menilai Bangkok tengah berupaya memicu reaksi balik. “Saya minta semua komandan mendidik prajurit agar tidak terpancing,” kata Hun Sen melalui unggahan di Facebook, seperti dikutip dari AFP.

Di pihak Thailand, militer telah mengevakuasi warga dari desa-desa di empat provinsi perbatasan. Hingga Minggu (7/12) malam, sekitar 35.000 orang tercatat berada di tempat penampungan.

Seruan Menahan Diri

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang ikut menengahi gencatan senjata menyerukan kedua negara anggota ASEAN tersebut untuk menahan diri. Dia mengingatkan bahwa eskalasi tersebut dapat merusak upaya diplomasi yang telah dilakukan.

“Kami mendesak kedua pihak menjaga komunikasi terbuka dan memanfaatkan mekanisme yang ada,” ujar Anwar.

Hingga kemarin, situasi di sepanjang perbatasan kedua negara tetap tegang karena operasi udara Thailand masih berlangsung. Bangkok dan Phnom Penh juga saling tuding tentang siapa yang memulai serangan terlebih dahulu. (lyn/ttg/JPG/r3)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kiper Berdarah Lombok Emil Audero Mulyadi Beri Trofi FIFA ASEAN Cup untuk Indonesia

Kiper Berdarah Lombok Emil Audero Mulyadi Beri Trofi FIFA ASEAN Cup untuk Indonesia

Nama Emil Audero Mulyadi kembali menjadi sorotan, Kiper berdarah Lombok tersebut tampil sebagai salah satu penentu keberhasilan Indonesia.

Ekonomi Thailand Tumbuh 1,9 Persen pada Kuartal II-2026, Lampaui Ekspektasi

Ekonomi Thailand Tumbuh 1,9 Persen pada Kuartal II-2026, Lampaui Ekspektasi

Ekonomi Thailand tumbuh 1,9 persen pada kuartal II-2026. Pemerintah optimistis dan naikkan proyeksi pertumbuhan hingga akhir tahun.

Sosok Pelaku Penembakan Sekolah di Thailand, Remaja yang Tinggal Bersama Kakek-Nenek

Sosok Pelaku Penembakan Sekolah di Thailand, Remaja yang Tinggal Bersama Kakek-Nenek

Sosok remaja 14 tahun terduga pelaku penembakan sekolah di Thailand terungkap. Ia tinggal bersama kakek dan neneknya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer