Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Thailand–Kamboja Sepakat Gelar Pertemuan Militer

L
Penulis: Lombok Post Online❯
Sihasak Phuangketkeow
Sihasak Phuangketkeow

LombokPost - Thailand dan Kamboja sepakat menggelar pertemuan pejabat pertahanan dalam pekan ini.


Advertisement

Upaya tersebut untuk meredakan konflik yang kembali meletus akibat bentrokan bersenjata di sepanjang perbatasan kedua negara tiga pekan lalu (7–8/12).

Kesepakatan muncul setelah para pemimpin Asia Tenggara (ASEAN) mendesak kedua pihak menahan diri dan kembali ke jalur dialog.

Seperti dilansir dari Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow pada Senin (22/12) menyatakan bahwa pertemuan kedua negara digelar hari ini (24/12) di Chanthaburi, Thailand.

Advertisement

Tujuan pertemuan untuk komitmen perbatasan bilateral. Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan khusus para menteri luar negeri ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, yang membahas upaya menyelamatkan gencatan senjata.

Gencatan senjata tersebut sebelumnya dimediasi Ketua ASEAN Malaysia dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyusul pecahnya konflik lintas batas pada 24 Juli lalu.

Namun, kesepakatan itu kembali runtuh awal bulan ini dan memicu baku tembak hampir setiap hari dalam beberapa hari terakhir. 

Advertisement

Minta Tempat Netral

AFP melaporkan, ketimbang di Chanthaburi, Kamboja minta agar pertemuan digelar di wilayah netral. Dalam hal ini di Kuala Lumpur. Surat permintaan untuk pertemuan di tempat netral pun sudah diberikan sejak Senin oleh Menteri Pertahanan Kamboja Tea Seiha tertuju kepada Menteri Pertahanan Thailand Nattaphon Narkhanit. 

”Demi alasan keamanan karena pertempuran sedang berlangsung sepanjang perbatasan, pertemuan ini harus diadakan dj tempat yang aman dan netral,” tulis Tea dalam suratnya. Malaysia pun telah setuju untuk menjadi tuan rumah pertemuan.

Namun, Thailand tetap bersikukuh pertemuan dilaksanakan di negaranya. ”Saya ingin sampaikan kepada Kamboja untuk mempercayai kami dalam hal keamanan,” ucap Nattaphon Selasa (23/12). Tetapi, Nattaphon juga menyatakan bahwa militer negaranya akan terus berjuang selama Kamboja menyerang. 

Serangan Masih Terjadi

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Maly Socheata mengatakan bahwa pertempuran masih berlangsung pada kemarin. Kementerian tersebut menyebut, pasukan Thailand menembaki kota perbatasan Kamboja. Tepatnya di wilayah Poipet. 

Menurut keterangan pejabat setempat, konflik terbaru telah menewaskan sedikitnya 23 orang di Thailand dan 21 orang di Kamboja, serta memaksa lebih dari 900 ribu warga mengungsi di kedua sisi perbatasan. 

BENTROKAN PERBATASAN KEDUA NEGARA

FASE PERTAMA (24 Juli 2025) 

Dipicu insiden ranjau darat pada 23 Juli yang melukai tentara Thailand, diikuti tembakan roket dan pertempuran di beberapa titik seperti dekat Kuil Ta Muen Thom. Bentrokan ini berlangsung beberapa hari, menewaskan puluhan orang, sebelum gencatan senjata dicapai pada 28 Juli melalui mediasi Malaysia dan AS.

FASE KEDUA (7-8 Desember 2025) 

Pertempuran kembali meletus setelah pelanggaran gencatan senjata. Thailand melancarkan serangan udara dan darat, sementara kedua pihak saling tuduh memulai. Hingga Selasa (23/12), bentrokan ini menyebabkan puluhan korban jiwa, ratusan ribu pengungsi di kedua sisi, dan kerusakan infrastruktur. (lyn/dns/JPG/r3)

Advertisement
Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kiper Berdarah Lombok Emil Audero Mulyadi Beri Trofi FIFA ASEAN Cup untuk Indonesia

Kiper Berdarah Lombok Emil Audero Mulyadi Beri Trofi FIFA ASEAN Cup untuk Indonesia

Nama Emil Audero Mulyadi kembali menjadi sorotan, Kiper berdarah Lombok tersebut tampil sebagai salah satu penentu keberhasilan Indonesia.

Ekonomi Thailand Tumbuh 1,9 Persen pada Kuartal II-2026, Lampaui Ekspektasi

Ekonomi Thailand Tumbuh 1,9 Persen pada Kuartal II-2026, Lampaui Ekspektasi

Ekonomi Thailand tumbuh 1,9 persen pada kuartal II-2026. Pemerintah optimistis dan naikkan proyeksi pertumbuhan hingga akhir tahun.

Sosok Pelaku Penembakan Sekolah di Thailand, Remaja yang Tinggal Bersama Kakek-Nenek

Sosok Pelaku Penembakan Sekolah di Thailand, Remaja yang Tinggal Bersama Kakek-Nenek

Sosok remaja 14 tahun terduga pelaku penembakan sekolah di Thailand terungkap. Ia tinggal bersama kakek dan neneknya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer