Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konflik di Pakistan Tewaskan 125 Orang

L
Penulis: Lombok Post Online❯
JAGA KEAMANAN: Personel keamanan menutup jalan menuju lokasi ledakan di Quetta, Pakistan sehari setelah serangan oleh separatis Baloch, Minggu (1/2).
JAGA KEAMANAN: Personel keamanan menutup jalan menuju lokasi ledakan di Quetta, Pakistan sehari setelah serangan oleh separatis Baloch, Minggu (1/2).

LombokPost - Serangkaian serangan bunuh diri dan penembakan yang dilakukan kelompok separatis Baloch mengguncang Provinsi Balochistan, Pakistan barat daya, Sabtu (31/1).


Advertisement

Militer Pakistan melaporkan sedikitnya 33 orang tewas yang terdiri dari sipil dan militer. Dalam operasi balasan, aparat keamanan menewaskan 92 militan. Sehingga total korban mencapai 125 orang.

Analis menyebut insiden tersebut sebagai hari paling mematikan bagi kelompok militan dalam beberapa dekade terakhir di wilayah itu. Serangan berlangsung hampir bersamaan di sejumlah distrik.

Target meliputi warga sipil, kantor polisi, instalasi paramiliter, penjara dengan pengamanan tinggi, hingga jalur transportasi.

Advertisement

Kelompok bersenjata juga dilaporkan merusak rel kereta api, menyebabkan Pakistan Railways menghentikan sementara layanan kereta dari dan menuju Balochistan.

Dilansir dari The Guardian, kelompok terlarang Baloch Liberation Army (BLA) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam aksinya, militan dilaporkan membakar puluhan kendaraan, merampok bank, serta menyerang kantor polisi.

BLA merupakan organisasi terlarang di Pakistan dan telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat.

Advertisement

Pemerintah Pakistan juga menuding kelompok separatis Baloch dan Taliban Pakistan memanfaatkan wilayah Afganistan untuk melancarkan serangan.

Di distrik Mastung, puluhan militan menyerbu sebuah penjara dan membebaskan lebih dari 30 narapidana.

Sementara itu, upaya penyerbuan ke markas pasukan paramiliter di Nushki berhasil digagalkan aparat. Serangan di sejumlah pos keamanan di Balincha, Tump, dan Kharan juga berhasil dipatahkan. Di Quetta, ibu kota provinsi, dua polisi tewas akibat serangan granat terhadap kendaraan patroli.

Pemerintah setempat langsung menetapkan status darurat di seluruh rumah sakit.

“Sebagian besar serangan berhasil digagalkan,” kata Juru bicara pemerintah Provinsi Balochistan, Shahid Rind.

Sementara itu, Kepala Menteri Balochistan Sarfraz Bugti mengatakan aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap sisa-sisa kelompok bersenjata.

Dia mengklaim sekitar 700 militan telah tewas sepanjang satu tahun terakhir. (lyn/len/JPG/r3)

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Camat Kuripan dan Lingsar Intensifkan Sambang Tokoh Jelang Pilkades Serentak

Camat Kuripan dan Lingsar Intensifkan Sambang Tokoh Jelang Pilkades Serentak

Jajaran Pemerintah Kecamatan Lingsar dan Kuripan mulai mengintensifkan program sambang tokoh masyarakat jelang pelaksanaan pilkades serentak

ITDC Perkuat Sistem Keamanan Jelang MotoGP

ITDC Perkuat Sistem Keamanan Jelang MotoGP

Penguatan difokuskan pada sistem keamanan, keselamatan darurat, hingga kemudahan layanan keimigrasian untuk menyambut lonjakan wisatawan

Kapolres Lotim Sambangi Poskamling, Kalijaga Timur dan Anggaraksa

Kapolres Lotim Sambangi Poskamling, Kalijaga Timur dan Anggaraksa

Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha, bersama Kasat Binmas mengunjungi Poskamling di Desa Kalijaga Timur dan Desa Anggaraksa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer