Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Situasi Memanas, Uni Eropa Tarik Staf Non-Esensial dari Timur Tengah

L
Penulis: Lombok Post Online❯

 


Advertisement

Kaja Kallas
Kaja Kallas
 

LombokPost - Eskalasi konflik di Timur Tengah kian memanas. Uni Eropa (UE) memutuskan menarik personel non-esensial dari kawasan tersebut setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran.

Keputusan itu diumumkan Sabtu (28/2) waktu setempat. Dilansir dari The Strait Times, UE menyebut perkembangan terbaru di kawasan tersebut sebagai situasi yang berbahaya.

Advertisement

“Program rudal balistik dan nuklir, serta dukungan terhadap kelompok teror, menjadi ancaman serius bagi keamanan global,” tulis Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas.

Serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran memicu balasan cepat dari Teheran. Militer Israel menyatakan Iran meluncurkan serangan rudal sebagai respons atas operasi tersebut. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban terbaru akibat rangkaian serangan itu.

Kallas menegaskan perlindungan warga sipil dan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional menjadi prioritas utama UE.

Advertisement

Dia mengaku telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, serta sejumlah menteri lain di kawasan tersebut untuk merespons situasi yang berkembang.

“Kami terus memantau situasi secara intensif. Jaringan konsuler kami bekerja penuh untuk memfasilitasi keberangkatan warga negara Uni Eropa. Personel UE yang tidak esensial sedang ditarik dari kawasan,” tuturnya.

Meski menarik sebagian staf, UE memastikan misi angkatan lautnya di Laut Merah tetap siaga. Misi Aspides berada dalam status siaga tinggi dan siap membantu menjaga jalur pelayaran internasional tetap terbuka di tengah meningkatnya ketegangan.

Langkah UE ini menandai kekhawatiran serius blok 27 negara tersebut terhadap potensi meluasnya konflik.

Jika eskalasi berlanjut, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga terhadap stabilitas keamanan dan ekonomi global. (lyn/len/JPG/r3)

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar 2026, Beda Sikap dengan MotoGP soal Keamanan Timur Tengah

Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar 2026, Beda Sikap dengan MotoGP soal Keamanan Timur Tengah

Yamaha dipastikan absen dari MotoGP Qatar 2026 karena pembatasan perjalanan ke Timur Tengah. MotoGP Group kecewa atas keputusan tersebut.

Poltekpar Lombok Pertajam Kurikulum Bahasa Arab

Poltekpar Lombok Pertajam Kurikulum Bahasa Arab

Poltekpar Lombok terus memperkuat kompetensi bahasa asing mahasiswanya untuk meraih peluang kerja di Timur Tengah sejak awal semester

Situasi Timur Tengah Kian Tak Stabil, Dua Musuh Lama Saling Serang Bandara

Situasi Timur Tengah Kian Tak Stabil, Dua Musuh Lama Saling Serang Bandara

EMPAT tahun sudah Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan koalisi di belakangnya menjalani gencatan senjata dengan Kelompok Houthi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer