
LombokPost - Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bertanggung jawab atas penghancuran jembatan terbesar Iran, sekaligus mengeluarkan ancaman lanjutan kepada Teheran.
“Jembatan terbesar di Iran runtuh, tidak akan pernah digunakan lagi,” tulis Trump di platform Truth Social, seperti dikutip Jumat (3/4).
Serangan tersebut menghantam jembatan gantung B1 yang menghubungkan Teheran dan Karaj—proyek infrastruktur bernilai sekitar 400 juta dolar dengan ketinggian mencapai 136 meter. Bagian tengah jembatan dilaporkan terkena dua kali hantaman hingga terbelah.
Media pemerintah Iran menyebut sedikitnya delapan orang tewas dan 95 lainnya luka-luka akibat serangan ini.
Trump tidak hanya mengklaim serangan, tetapi juga memperingatkan eskalasi berikutnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




