Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

340 Anak Tewas, Perang Ini Jadi Neraka Bagi Generasi Kecil

Lalu Mohammad Zaenudin
Seorang anak di Iran mengenakan atribut militer.
Seorang anak di Iran mengenakan atribut militer.

Advertisement

 

LombokPost - Perang di Timur Tengah tidak hanya menghancurkan kota dan infrastruktur, tetapi juga menyeret jutaan anak ke dalam krisis kemanusiaan yang akan membekas seumur hidup.

 

Advertisement

Lebih dari 340 anak dilaporkan tewas dan ribuan lainnya terluka sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran dimulai. Data itu disampaikan oleh UNICEF, yang juga mencatat lebih dari 1,2 juta anak kini terpaksa mengungsi di berbagai wilayah konflik.

 

“Anak-anak di kawasan ini terpapar kekerasan yang mengerikan,” kata Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, seperti dikutip Sabtu (4/4).

Advertisement

“Sistem yang seharusnya melindungi mereka justru ikut diserang.”

 

Puncak tragedi terjadi di hari pertama perang. Sebuah serangan rudal menghantam sekolah di Iran dan menewaskan sedikitnya 160 anak dan guru—menjadi insiden paling mematikan bagi anak-anak dalam konflik ini.

 

Advertisement
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar 2026, Beda Sikap dengan MotoGP soal Keamanan Timur Tengah

Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar 2026, Beda Sikap dengan MotoGP soal Keamanan Timur Tengah

Yamaha dipastikan absen dari MotoGP Qatar 2026 karena pembatasan perjalanan ke Timur Tengah. MotoGP Group kecewa atas keputusan tersebut.

Poltekpar Lombok Pertajam Kurikulum Bahasa Arab

Poltekpar Lombok Pertajam Kurikulum Bahasa Arab

Poltekpar Lombok terus memperkuat kompetensi bahasa asing mahasiswanya untuk meraih peluang kerja di Timur Tengah sejak awal semester

Situasi Timur Tengah Kian Tak Stabil, Dua Musuh Lama Saling Serang Bandara

Situasi Timur Tengah Kian Tak Stabil, Dua Musuh Lama Saling Serang Bandara

EMPAT tahun sudah Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan koalisi di belakangnya menjalani gencatan senjata dengan Kelompok Houthi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer