
LombokPost - Jet tempur F-15E Amerika Serikat (AS) tertembak jatuh di Iran barat daya, dekat Selat Hormuz, pada Jumat (3/4) pekan lalu. Sedangkan lokasi penyelamatan pilot pesawat yang diklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump dua hari berselang (5/4), berada di Isfahan, Iran tengah.
Jarak kedua tempat itu, mengutip Al Mayadeen, media yang berbasis di Teheran, Iran, sekitar 200 kilometer. Dalam kondisi setelah terlempar dari kursi pelontar yang kemungkinan terluka, benarkah pilot tersebut mampu berjalan atau berlari sejauh itu, apalagi kawasan tersebut banyak perbukitan?
Kejanggalan itu yang meyakinkan Iran bahwa pilot tersebut belum diselamatkan. Dan, operasi penyelamatan itu hanyalah kedok. Tujuan AS sebenarnya, menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei, mencuri stok uranium Iran yang telah diperkaya.
Baca Juga: Inggris 'Khianati' Trump? Tolak Pangkalan Militernya Dipakai Bombardir Infrastruktur Sipil Iran!
“Ada banyak ambiguitas. Hal ini menimbulkan kemungkinan bahwa operasi tersebut mungkin merupakan rencana tipu daya untuk mencuri uranium yang diperkaya,” ujarnya dalam konferensi pers di Teheran, Senin (6/4), seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Pada Minggu (5/4) pagi, lewat akunnya di media sosial Truth Social, Trump menulis, “We got him.” Him merujuk kepada si pilot, kru kedua F-15E, yang disebut sebagai seorang kolonel.
Sedangkan kru F-15E satunya, kata Trump, telah diselamatkan sehari setelah kejadian. Penyelamatan kru pertama itu tak dipublikasikan dengan pertimbangan keselamatan operasi penyelamatan kru kedua.
Namun, sejak pengumuman Trump itu, AS tak pernah mempublikasikan bagaimana kondisi atau identitas pilot tersebut. Di sisi lain, Iran juga tak pernah mengumumkan keberhasilan menemukan pilot yang sama.
Sumber Ketegangan Lama
Isu uranium memang menjadi sumber ketegangan lama antara Iran dan AS. Washington selama ini menuduh Teheran mengembangkan bahan nuklir untuk senjata, sementara Iran berulang kali membantah tuduhan tersebut.
Sebelum diserbu AS dan Israel pada 28 Februari, Iran dan AS sebenarnya sudah terlibat negosiasi terkait uranium. Dan, menurut Menlu Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi yang menjadi negosiator, Iran sebenarnya sudah menyepakati untuk, di antaranya, meniadakan stok uranium mereka.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




