
LombokPost - Dampak perang di kawasan Teluk kian menekan negara-negara ASEAN.
Pemerintah Singapura membentuk komite khusus untuk menjaga ketahanan energi.
Sementara Thailand mulai membatasi perjalanan dinas pejabat demi menghemat konsumsi bahan bakar.
Baca Juga: Bupati Sumbawa Barat Minta ASN Hemat BBM, Pakai Sepeda ke Kantor
Wakil Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong, menyatakan tekanan akibat lonjakan harga energi dan gangguan pasokan global akan memukul pertumbuhan ekonomi dalam beberapa kuartal ke depan.
Inflasi bahkan diperkirakan lebih tinggi dari proyeksi awal.
“Singapura tidak akan mampu mengisolasi diri sepenuhnya dari krisis ini,” ujarnya, Senin (7/4), seperti dilaporkan The Straits Times.
Bantuan Pemerintah
Kenaikan tarif listrik dan harga bahan bakar mulai dirasakan seiring konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, terutama di Selat Hormuz, memperparah tekanan pasokan.
Pemerintah menyiapkan bantuan bagi sektor terdampak, pekerja platform, dan rumah tangga berpenghasilan rendah.
Untuk meredam dampak, pemerintah membentuk Komite Menteri Krisis Dalam Negeri. Komite ini bertugas memastikan pasokan energi seperti LNG dan diesel tetap aman, termasuk menjaga ketersediaan bahan bakar jet dan bensin.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




