Ancaman "Silent Killer", Gelombang Panas di Eropa Tewaskan Lebih dari 1.300 Orang

LombokPost — Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Benua Eropa dilaporkan telah memicu krisis kesehatan masyarakat yang serius. Berdasarkan catatan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dalam sepekan terakhir, lebih dari 1.300 orang meninggal akibat suhu yang memecahkan rekor di berbagai negara.
Otoritas kesehatan global tersebut mengategorikan fenomena cuaca ekstrem ini sebagai ancaman nyata yang mengintai ratusan juta penduduk. WHO bahkan menyebut, panas ekstrem sebagai “silent killer” yang kini mengancam sekitar 150 juta penduduk di benua tersebut.
"Stres panas sering disebut sebagai silent killer. Rumah, tempat kerja, dan sekolah di Eropa tidak dibangun untuk suhu seperti ini," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip dari BBC, Senin (29/6/2026).
Tedros memberikan peringatan dini mengenai anomali iklim di kawasan tersebut yang berjalan jauh lebih agresif. Menurut dia, Eropa kini menjadi benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia, di mana peningkatan suhunya tercatat mencapai dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pergeseran iklim global telah mengubah siklus bencana musiman ini. Menurut dia, gelombang panas yang dahulu hanya terjadi sekali dalam satu generasi kini hampir muncul setiap tahun akibat perubahan iklim. Kondisi ini dinilai memerlukan respons kebijakan yang cepat dan taktis dari seluruh jajaran pemerintah negara Eropa.
Lonjakan Kasus Kematian dan Rekor Suhu di Berbagai Negara
Prancis menjadi wilayah yang melaporkan angka mortalitas tertinggi akibat sengatan suhu ekstrem ini. Dilansir ABC News, Badan Kesehatan Masyarakat Prancis mencatat sekitar 1.000 kematian tambahan selama tiga hari pada puncak gelombang panas pekan lalu. Dari total draf data tersebut, sebanyak 85 persen korban merupakan warga berusia di atas 65 tahun.
Kasus fatalitas ini mayoritas terkonsentrasi di zona-zona yang berada di bawah status peringatan merah. Pihak otoritas medis Prancis juga mengonfirmasi adanya kenaikan grafik kematian yang terjadi di lingkungan domestik atau rumah tinggal, khususnya di wilayah metropolitan Paris.
Pada saat yang sama, sejumlah negara di Eropa Tengah dan Timur turut melaporkan draf rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah meteorologi mereka:
- Jerman: Mencatat suhu 41,7 derajat Celsius.
- Republik Ceko: Membukan rekor baru sebesar 41,9 derajat Celsius.
- Polandia: Mengonfirmasi suhu tertinggi sepanjang masa di angka 40,5 derajat Celsius.
Kerusakan Infrastruktur Fisik dan Gangguan Transportasi
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




