Perang Iran vs Israel: Yordania Tembak Drone Iran, Tanda Dukung Israel?
Lalu Mohammad Zaenudin• Jumat, 13 Juni 2025 | 16:09 WIB
TERCANGGIH: Inilah drone super canggih milik Iran yang diberi nama Shahed-136, disebut terbaik di dunia.
Yordania Tembak Drone Iran: Bela Diri Nasional atau Diam-diam Bantu Israel?
Fakta Terbaru dari Langit Amman, Per 13 Juni 2025
“Kerajaan tidak akan membiarkan wilayah udaranya dilanggar atau menjadi medan tempur bagi pihak mana pun.” — Mohammad Momani, Jubir Pemerintah Yordania
Langit Dilanggar, Rudal Ditembak Jatuh
Saat subuh baru menyentuh Amman, langit Yordania mendadak ramai. Sekitar pukul 6 pagi waktu setempat, sirene menggelegar, lalu terdengar suara dentuman peluru kendali. Militer Kerajaan—Royal Jordanian Air Force (RJAF)—mengaktifkan sistem pertahanan udara Hawk dan menerbangkan jet tempur F-16 Barak. Target mereka: objek tak dikenal yang melintas di angkasa dengan kecepatan tinggi.
Beberapa jam sebelumnya, Iran diketahui telah meluncurkan sekitar 100 drone serang tipe Shahed menuju Israel, sebagai respons atas Operasi Rising Lion—serangan udara besar-besaran Israel ke fasilitas militer dan nuklir Iran. Dalam lintasannya, sejumlah drone Iran memasuki wilayah udara Yordania dari arah timur laut, melewati perbatasan Irak, sebelum menuju wilayah barat Israel.
Pemerintah Yordania langsung mengunci ruang udaranya, menerbitkan NOTAM, dan mengalihkan seluruh penerbangan sipil. Dalam hitungan menit, beberapa unit drone Iran ditembak jatuh di atas wilayah udara Kerajaan.
Pernyataan Resmi: “Kami Bukan Bagian dari Serangan Israel”
Pemerintah Yordania bergerak cepat mengklarifikasi.
Melalui juru bicara pemerintah sekaligus Menteri Komunikasi, Mohammad Momani, disampaikan bahwa tindakan militer tersebut adalah murni pertahanan diri. Ia menyatakan, “Kerajaan tidak akan membiarkan wilayah udaranya dilanggar atau menjadi medan tempur bagi pihak mana pun.”
Komando Angkatan Bersenjata Yordania juga mengeluarkan rilis singkat:
“Beberapa drone dan misil yang memasuki wilayah udara Kerajaan diintersepsi demi melindungi keselamatan warga. Tidak satu pun diizinkan jatuh di daratan Yordania.”
Namun, tak satu pun dari pernyataan tersebut secara eksplisit menyebut kata “Israel” atau mengaku ada koordinasi militer dengan Tel Aviv. Ini penting, mengingat posisi politik Amman yang sensitif—resmi punya hubungan diplomatik dengan Israel, tapi opini publik dalam negerinya sangat pro-Palestina.
Radar AS, Data Bersama, dan Jejak Koordinasi Pasif
Yang menarik, meskipun Yordania menolak dikategorikan sebagai pihak yang “membantu Israel”, analis militer membaca sinyal sebaliknya.
Pertama, sejak 2023, Israel dan Yordania memang menggunakan saluran komunikasi militer regional (hotline de-confliction) dalam konteks operasi anti-ISIS. Kedua, Radar X-band milik AS yang berada di pangkalan Muwaffaq Salti, Yordania, terhubung langsung ke jaringan CENTCOM dan bisa memberikan data lintas udara secara real-time ke seluruh mitra, termasuk Israel.
Dengan kata lain: tanpa bicara pun, koordinasi bisa tetap terjadi.
Israel sendiri tidak menyebut Yordania secara langsung. IDF hanya menyatakan bahwa “sejumlah intersepsi berhasil dilakukan di luar wilayah Israel”—kalimat diplomatik yang sengaja menghindari polemik publik.
Bukan Pertama Kali: Yordania Pernah Lakukan Ini
Pada April 2024, Iran juga sempat menembakkan lebih dari 300 rudal dan drone ke Israel. Saat itu, Yordania juga melakukan tindakan serupa—menghancurkan sejumlah objek asing di wilayah udaranya. Amman saat itu menegaskan bahwa tindakan tersebut semata untuk melindungi kedaulatan, bukan dukungan terhadap Israel.
Namun, kali ini tensinya jauh lebih tinggi. Serangan Iran menyasar langsung ke fasilitas militer Israel, dan drone yang melintas jauh lebih masif. Maka, reaksi Yordania jadi sorotan dunia—netralitas mereka sedang diuji.
---
Jadi, apakah Yordania membantu Israel? Secara resmi: tidak. Secara efek militer: iya. Setiap drone yang ditembak jatuh di langit Yordania = satu ancaman lebih sedikit untuk Israel.
Ada koordinasi langsung? Belum ada bukti eksplisit. Tapi lewat radar dan sistem pertahanan regional milik AS, koordinasi intelijen pasif hampir pasti terjadi.
Siapa pejabat yang bicara? Hanya satu sejauh ini: Mohammad Momani, juru bicara pemerintah. Militer Yordania tidak menyebut nama perwira secara spesifik dalam pernyataannya.
Apa dampaknya ke hubungan Yordania–Palestina? Potensial berisiko. Yordania sangat berhati-hati agar tak terlihat “membela” Israel, karena bisa memicu reaksi keras dari publik pro-Palestina dalam negerinya.
---
Di kawasan yang sarat konflik, netral bukan berarti pasif. Dan Yordania hari ini sedang memainkan peran rumit: menjaga langitnya sendiri sambil menghindari tuduhan membantu musuh rakyatnya. Tapi dalam perang drone dan data radar, bahkan tembakan yang tak ditujukan ke siapa-siapa... bisa terdengar sangat politis.