LombokPost - Ketegangan geopolitik dunia semakin meningkat. Eskalasi konflik antara Rusia-Ukraina dan Israel-Iran memicu kekhawatiran pecahnya Perang Dunia Ketiga. Di tengah ancaman global ini, masyarakat Indonesia perlu mengetahui langkah-langkah antisipatif jika skenario perang global benar-benar terjadi.
Pemerintah memang belum menyatakan status darurat atau siaga perang. Namun, belajar dari sejarah dan kondisi global saat ini, masyarakat tidak boleh abai. Apa yang harus dilakukan jika Perang Dunia Ketiga meletus?
Berikut panduan awal yang bisa dilakukan masyarakat Indonesia:
1. Tetap Tenang dan Ikuti Informasi Resmi
Saat situasi global memanas, informasi hoaks sangat berbahaya. Pastikan hanya mengikuti update dari sumber resmi seperti BNPB, TNI, dan pemerintah daerah. Pemerintah akan mengeluarkan instruksi jika situasi darurat nasional diberlakukan.
2. Siapkan Tas Darurat
Masyarakat disarankan menyiapkan tas darurat berisi dokumen penting (KTP, KK, SIM), air minum, makanan instan, obat-obatan, senter, power bank, dan pakaian secukupnya. Tas ini berguna saat harus evakuasi mendadak.
3. Kenali Lokasi Tempat Aman
Ketahui lokasi tempat perlindungan sipil, bunker, atau titik evakuasi yang ditetapkan pemerintah. Jika tinggal di kota besar, pastikan tahu jalur keluar masuk kota jika terjadi blokade atau serangan.
4. Pahami Risiko Siber dan Ekonomi
Konflik global tak selalu berupa serangan fisik. Indonesia bisa terkena serangan siber atau dampak krisis ekonomi global. Waspadai inflasi, gangguan pasokan pangan, dan jaringan komunikasi. Simpan uang tunai secukupnya dan stok bahan makanan tahan lama.
5. Ikut Pelatihan Kesiapsiagaan
Beberapa lembaga seperti BASARNAS, PMI, hingga komunitas kebencanaan rutin mengadakan pelatihan evakuasi, pertolongan pertama, dan survival. Masyarakat diajak ikut aktif memahami teknik bertahan hidup jika kondisi memburuk.
6. Bangun Solidaritas Komunitas
Jika benar-benar terjadi perang dunia, kekuatan komunitas akan sangat penting. Bangun jaringan bantuan, komunikasi darurat berbasis lingkungan, dan jaga keamanan bersama.
Meski Indonesia bukan negara yang terlibat langsung dalam konflik Rusia-Ukraina atau Israel-Iran, dampak Perang Dunia Ketiga bisa dirasakan secara global. Dari segi ekonomi, keamanan, hingga stabilitas sosial. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus siap secara mental dan logistik.
Tetap tenang, waspada, dan jangan panik. Karena dalam kondisi darurat global, ketahanan dimulai dari kesadaran lokal.
Editor : Siti Aeny Maryam