LombokPost - Tiongkok membangun mesin hipergravitasi paling kuat di dunia. Sebuah fasilitas riset yang dirancang untuk mengubah cara para ilmuwan memahami dan menguji risiko bencana alam.
Mesin tersebut memungkinkan simulasi kegagalan infrastruktur berskala besar, seperti bendungan dan gempa bumi, dilakukan secara presisi di dalam laboratorium.
Mesin bernama CHIEF1900 itu mampu menghasilkan gaya gravitasi buatan hingga ribuan kali lebih kuat dari gravitasi bumi.
Dengan teknologi ini, proses alam yang biasanya berlangsung selama puluhan tahun atau mencakup jarak kilometer dapat ”dipadatkan” menjadi eksperimen yang berlangsung singkat dan terukur.
Sentrifus Riset Terkuat
Dilansir dari South China Morning Post, CHIEF1900 dibangun oleh Shanghai Electric Nuclear Power Group dan dikirim ke Zhejiang University di Hangzhou, Tiongkok timur, pada 22 Desember 2025 untuk dipasang dan diuji.
Mesin ini memiliki kapasitas 1.900 g-tonne, yakni ukuran gabungan antara percepatan gravitasi dan massa sampel, menjadikannya sentrifus riset terkuat yang pernah dibuat.
CHIEF1900 akan melampaui mesin sebelumnya, CHIEF1300, yang mulai beroperasi pada September 2025 dengan kapasitas 1.300 g-tonne dan sempat memegang rekor dunia.
Keduanya merupakan bagian dari fasilitas nasional Centrifugal Hypergravity and Interdisciplinary Experiment Facility (CHIEF), yang dibangun 15 meter di bawah permukaan kampus untuk menekan getaran dan menjaga kestabilan operasional.
Anggaran Rp 4,78 Triliun
Proyek CHIEF disetujui pemerintah Tiongkok pada 2021 dengan anggaran sekitar 2 miliar yuan (Rp 4,78 triliun).
Fasilitas ini dibuka untuk peneliti dari universitas, lembaga riset, dan industri, baik dari dalam maupun luar negeri, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset berskala global.
”Tantangan CHIEF1900 ada pada pengendalian panas karena kecepatan rotasi yang ekstrem,” kata Profesor Chen Yunmin dari Zhejiang University seperti dilansir Reuters.
KELEBIHAN MESIN CHIEF1900 -Efisiensi waktu dan skala. Dapat mensimulasikan proses geologis atau struktural berabad-abad dalam waktu singkat. Jauh lebih cepat daripada pengamatan alam atau simulasi komputer biasa.
-Akurasi tinggi. Memberikan data empiris real-world pada skala laboratorium, lebih andal daripada model teoritis semata.
-Kapasitas terdepan dunia. Memungkinkan penelitian lebih kompleks dan besar dibandingkan sentrifugal lain, serta memberikan keunggulan kompetitif dalam sains geoteknik.
-Aplikasi luas. Bermanfaat untuk mitigasi bencana, teknik sipil, dan prediksi risiko di wilayah rawan bencana.
KEKURANGAN MESIN CHIEF1900
-Biaya sangat tinggi. Pendahulunya saja sudah mahal, CHIEF1900 diperkirakan lebih besar.
-Lokasi terbatas. Hanya tersedia di Tiongkok, akses terbatas untuk peneliti internasional.
-Kompleksitas operasional. Memerlukan tim ahli, infrastruktur khusus (seperti instalasi bawah tanah), dan risiko keselamatan tinggi karena gaya ekstrem.
-Bukan alat deteksi langsung. Hanya untuk simulasi laboratorium, bukan pemantauan real-time atau peringatan dini bencana di lapangan. (din/dns/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida