Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait, Sebut 100 Tentara Amerika Luka-luka

Redaksi Lombok Post • Rabu, 11 Maret 2026 | 22:49 WIB

Ilustrasi Misil Iran
Ilustrasi Misil Iran
LombokPost— Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone yang menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait.

Dalam pernyataan resminya, pihak IRGC menyebutkan setidaknya 100 personel tentara Amerika Serikat mengalami luka-luka akibat operasi tersebut.

Operasi militer yang dilancarkan pada malam ke-21 bulan suci Ramadhan ini disebut sebagai bagian dari gelombang ke-38 dari rangkaian operasi bertajuk "True Promise 4".

Pihak militer Iran menyatakan serangan ini bertujuan untuk menekan kehadiran sisa-sisa kekuatan militer AS di kawasan regional.


Kantor humas IRGC melaporkan bahwa serangan rudal secara simultan menghantam pangkalan helikopter AS di Al-Udairi.

Serangan tersebut diklaim mengakibatkan jatuhnya korban luka dalam jumlah besar di pihak militer Amerika Serikat.

“Angkatan Laut IRGC melakukan operasi yang kuat dan menentukan terhadap sisa-sisa militer AS di wilayah tersebut selama Lailatul Qadar pada hari ke-21 bulan suci Ramadan, sebagai bagian dari gelombang ke-38 operasi True Promise 4, dengan kode nama 'Ya Haydar al-Karrar (AS)',” demikian bunyi pernyataan resmi ke-31 dari IRGC.

Laporan tersebut juga menambahkan bahwa para personel yang terluka telah dievakuasi ke rumah sakit Al-Jaber dan Al-Mubarak di Kuwait untuk mendapatkan perawatan medis.

Selain korban personel, serangan juga menyasar infrastruktur strategis di Pelabuhan Mina Salman, yang merupakan markas besar Armada Kelima AS, termasuk penghancuran sistem vital "LEADS".


Serangan udara Iran dilaporkan turut menyasar sistem pertahanan udara Patriot, gudang peralatan, serta barak pasukan di Pangkalan Angkatan Laut "Mohammad al-Ahmad" dan "Ali al-Salem". IRGC mengklaim fasilitas-fasilitas tersebut mengalami kerusakan parah pasca-hantaman rudal dan drone.

Terkait kelanjutan konflik, pihak Garda Revolusi menegaskan bahwa mereka tidak akan menghentikan konfrontasi terhadap pasukan Amerika Serikat dan Israel hingga tuntutan mereka terpenuhi.

"Kami hanya menginginkan penyerahan total musuh," bunyi pernyataan itu. "Perang akan berakhir ketika bayang-bayang perang terangkat dari bangsa kita."

Hingga saat ini, otoritas militer Amerika Serikat maupun pemerintah Kuwait belum memberikan konfirmasi resmi terkait rincian kerusakan dan jumlah korban yang diklaim oleh pihak Teheran dalam insiden ini.

Editor : Redaksi Lombok Post
#true promise 4 #kuwait #Amerika Serikat #Israel #IRGC #iran