LombokPost - Pemerintah Swiss memutuskan menghentikan sementara persetujuan ekspor senjata ke Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik dengan Iran, dengan alasan menjaga prinsip netralitas yang telah lama dianut negara tersebut.
Dalam pernyataan resminya, pemerintah Swiss menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku selama konflik berlangsung.
“Ekspor material perang ke negara yang terlibat dalam konflik bersenjata internasional dengan Iran tidak dapat diizinkan selama konflik ini berlangsung.”
Pemerintah juga secara spesifik menyebut bahwa:
“Ekspor material perang ke Amerika Serikat saat ini tidak dapat diotorisasi.”
Keputusan ini diambil setelah meningkatnya keterlibatan militer Amerika Serikat dalam konflik Iran, yang secara otomatis membuat negara tersebut masuk dalam kategori pihak yang berperang—sesuatu yang bertentangan dengan hukum netralitas Swiss.
Sejak serangan militer Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada akhir Februari, Swiss dilaporkan tidak lagi mengeluarkan lisensi baru untuk ekspor senjata ke Washington.
Langkah ini juga konsisten dengan kebijakan lama Swiss. Negara tersebut memiliki tradisi netralitas sejak abad ke-19 dan secara hukum melarang pengiriman senjata ke pihak yang terlibat konflik bersenjata.
Selain menghentikan ekspor senjata, Swiss sebelumnya juga sempat menolak sebagian permintaan penerbangan militer Amerika Serikat yang terkait operasi perang Iran, sebagai bagian dari penerapan prinsip netralitas.
Meski demikian, pemerintah Swiss menyatakan kebijakan ini bersifat sementara dan akan terus ditinjau oleh kelompok ahli sesuai perkembangan situasi konflik.
Keputusan ini menjadi langkah langka, mengingat Amerika Serikat merupakan salah satu mitra utama Swiss di bidang pertahanan dan industri, sekaligus menunjukkan bahwa perang Iran mulai berdampak hingga ke kebijakan negara-negara netral di Eropa.