LombokPost - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran meminta tambahan waktu dalam proses komunikasi tidak langsung yang sedang berlangsung, di tengah ancaman terbuka Washington untuk menyerang infrastruktur energi negara itu.
Dalam pernyataan terbarunya, Trump menyebut permintaan itu disampaikan melalui perantara menjelang batas waktu yang menurutnya terlalu dekat.
“Yang penting, mereka mengatakan kepada saya, dengan sangat baik, melalui orang-orang saya, bisakah kami punya lebih banyak waktu? Karena kita bicara soal besok malam, dan itu sangat cepat,” ujarnya, seperti dikutip Jumat (27/3).
Trump menegaskan bahwa jika Iran tidak memenuhi tuntutan Amerika, maka ia siap menyerang pembangkit listrik mereka.
"Jika mereka tidak melakukan apa yang harus mereka lakukan, saya akan menghancurkan pembangkit listrik mereka,” tegasnya.
Ia lalu mengungkap bahwa pihak Iran sempat menanyakan apakah ancaman itu juga mencakup fasilitas nuklir.
“Dan mereka bertanya, apakah itu juga termasuk nuklir? Karena mereka punya nuklir,” kata Trump.
Dalam pernyataan yang sama, Trump menggambarkan bahwa Iran memiliki aset energi yang sangat besar dan mahal, baik pembangkit listrik biasa maupun fasilitas lain yang dibangun dengan biaya sangat tinggi.
"Mereka punya banyak uang. Mereka membangun fasilitas nuklir dan mereka membangun pembangkit listrik biasa, tetapi semuanya besar sekali dan sangat mahal, nilainya miliaran dolar,” ujarnya.
Trump kemudian menyebut Iran awalnya meminta waktu tujuh hari, tetapi ia memutuskan memberi mereka waktu 10 hari.
“Mereka minta tujuh hari, dan saya beri mereka 10. Kalian nanti akan bilang, ‘Trump negosiator yang buruk.’ Mereka minta tujuh, saya bilang saya beri 10,” katanya.
Ia juga menyinggung soal kapal dalam penjelasannya, dengan mengatakan keputusan memberi tambahan waktu itu berkaitan dengan pembicaraan mengenai kapal-kapal yang sebelumnya ia sebut.
"Saya memberi mereka 10 hari karena mereka memberi saya kapal-kapal. Kita bicara tentang delapan kapal, Anda tahu, soal presiden yang saya bicarakan tempo hari,” ujarnya.
Trump juga mengatakan Iran berterima kasih atas tambahan waktu itu, meski ia menyadari Teheran bisa saja kembali membantah adanya komunikasi.
"Mereka sangat berterima kasih soal itu. Mereka mungkin akan bilang, ‘Oh, kami tidak sedang bicara.’ Saya tidak suka itu, karena itu juga tidak benar terakhir kali, seperti yang kalian lihat,” katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa komunikasi antara kedua pihak tetap berlangsung.
“Tapi kami memang sedang bicara, dan itu berjalan cukup baik. Jadi saya memberi mereka 10 hari,” ujar Trump.