LombokPost--Situasi mencekam melanda ibu kota Tehran setelah serangkaian serangan udara yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel menghantam sejumlah titik strategis, Jumat malam (27/3) hingga Sabtu dini hari (28/3/2026).
Asap hitam tebal terlihat membumbung tinggi dari berbagai lokasi, termasuk di sekitar Amirkabir University of Technology yang dilaporkan mengalami kerusakan signifikan.
Kampus teknik ternama itu disebut menjadi salah satu target utama dalam serangan dini hari.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan puing-puing bangunan, kobaran api, serta kerusakan berat di sejumlah fasilitas.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait jumlah korban jiwa.
Media Israel menyebut serangan tersebut menargetkan fasilitas yang diduga terkait produksi rudal dan persenjataan.
Baca Juga: Indonesia Jumpa Bulgaria di Final, Bulgaria Menang 10-2 atas Kepulauan Salomon
Namun, pihak Iran menegaskan bahwa lokasi yang diserang merupakan institusi sipil, meski diakui memiliki keterkaitan dengan riset pertahanan.
Tak hanya kampus, ledakan juga dilaporkan terjadi di sedikitnya enam distrik di Teheran—mulai dari kawasan utara yang elit hingga wilayah industri di barat daya.
Serangan turut mengguncang area dekat Mehrabad International Airport, sebuah rumah sakit besar, serta sejumlah fasilitas vital lainnya.
Pemerintah Iran melalui media resminya mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk agresi terbuka.
Teheran juga memperingatkan akan adanya balasan dalam eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan.
Hingga kini, situasi masih berkembang dengan ketegangan tinggi.
Dunia internasional pun menyoroti potensi konflik yang bisa meluas menyusul serangan yang menyasar pusat kota dan fasilitas penting ini.
Editor : Kimda Farida