Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kukis Kulit Pisang, Cemilan Unik Ramah Lingkungan

G
Penulis: Geumerie Ayu❯

Produk cemilan unik berupa kukis kulit pisang milik Irma Firmana, owner PT Wihdah Berkah Sejahtera di Lombok.
Produk cemilan unik berupa kukis kulit pisang milik Irma Firmana, owner PT Wihdah Berkah Sejahtera di Lombok.
LombokPost – Siapa sangka, limbah kulit pisang yang selama ini terbuang percuma kini menemukan takdir barunya sebagai kudapan lezat.


Advertisement

Berkat kreativitas Irma Firmana, pemilik PT Wihdah Berkah Sejahtera, kulit pisang kini disulap menjadi Kukis Kulit Pisang, sebuah kue kering inovatif yang memadukan cita rasa manis gurih dengan prinsip zero waste.

Selama ini, sebagian besar kulit pisang yang merupakan sisa olahan keripik atau produk UMKM lainnya berakhir sebagai limbah.

Melihat potensi besar dari karbohidrat, kalsium, fosfor, dan serat yang terkandung dalam kulit pisang, Irma pun tergerak.

Advertisement

“Saya mencoba mengelola limbah kulit pisang menjadi bahan pangan,” ujar Irma.

Inovasi ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengedepankan aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Irma bekerja sama dengan UMKM lokal.

Advertisement

Mulai dari memberikan pelatihan proses produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran digital Kukis Kulit Pisang.

Inovasinya bertujuan ganda, selain menghasilkan produk unik yang lezat, juga menjadi perwujudan kesadaran lingkungan.

Pengolahan kulit pisang menjadi makanan ringan seperti kukis dapat mendukung inovasi dalam industri makanan lokal.

“Selain memberi nilai tambah ekonomi, usaha ini juga membantu mengurangi limbah dan menjaga lingkungan,” tegasnya.

Dalam proses pembuatannya, Irma memanfaatkan kulit pisang yang telah dibersihkan dan dihaluskan sebagai bahan utama adonan.

Kulit pisang kemudian dicampur dengan tepung terigu, gula, telur, mentega, dan sedikit bubuk cokelat untuk memperkaya cita rasa.

Hasilnya, Kukis Kulit Pisang memiliki aroma khas pisang dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.

“Kukis kulit pisang ini memiliki cita rasa manis alami dari pisang, tanpa bahan pengawet dan pewarna buatan,” jelas Irma.

Irma berharap inovasi ini dapat menginspirasi lebih banyak pelaku UMKM di Lombok.

“Sekaligus memperkuat citra Lombok sebagai wilayah yang kaya inovasi kuliner berkelanjutan,” tandasnya.

Advertisement
Editor : Siti Aeny Maryam
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tak Lagi Terabaikan, Sargassum Kini Dikembangkan BRIN Menjadi Eco-Enzyme Ramah Lingkungan

Tak Lagi Terabaikan, Sargassum Kini Dikembangkan BRIN Menjadi Eco-Enzyme Ramah Lingkungan

BRIN mengembangkan eco-enzyme dari Sargassum, rumput laut cokelat bernilai tambah untuk pupuk, pembersih ramah lingkungan, dan ekonomi.

Kerajinan Bambu Sidemen, Kriya Ramah Lingkungan

Kerajinan Bambu Sidemen, Kriya Ramah Lingkungan

Di  tangan kelompok perempuan tangguh di Dusun Sintung Barat, Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, bambu tidak lagi sekadar menj

Geely Okavango, SUV Hybrid Mewah Ramah Lingkungan

Geely Okavango, SUV Hybrid Mewah Ramah Lingkungan

Pasar segmen Sport Utility Vehicle (SUV) berbasis ramah lingkungan di Indonesia semakin menarik dengan kehadiran mobil SUV Geely Okavango.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer