Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Investor Pasang Strategi Hadapi Gejolak Pasar

G
Penulis: Geumerie Ayu❯

Salah satu warga Kota Mataram yang mengunjungi kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB, beberapa waktu lalu.
Salah satu warga Kota Mataram yang mengunjungi kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB, beberapa waktu lalu.
LombokPost – Pasar modal selalu menjadi arena yang sensitif, tak luput dari pengaruh isu politik global.


Advertisement

Volatilitas yang ditimbulkan seringkali memicu kepanikan.

Namun Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menegaskan, investor lokal memiliki ruang untuk mengelola risiko.

 Bahkan mengambil keuntungan dari situasi tersebut. Strategi yang matang adalah kunci bagi investor untuk bertahan di tengah ketidakpastian.

Advertisement

Gejolak akibat isu politik biasanya hanya bersifat sementara. Investor yang matang tidak akan overreact terhadap dinamika politik yang bergerak cepat.

"Meski pun bisa terasa sangat menekan dalam jangka pendek. Pasar memiliki kemampuan untuk beradaptasi, dan seiring waktu, fundamental ekonomi kembali menjadi penentu utama arah investasi," jelasnya, Jumat (21/11).

Pada saat kepanikan melanda, harga saham sering kali tertekan hingga di bawah nilai wajarnya.

Advertisement

Kondisi ini justru membuka peluang bagi investor yang tenang dan rasional untuk mengakumulasi aset berkualitas dengan harga yang lebih rendah.

Investor tidak boleh menempatkan seluruh dana pada satu sektor atau wilayah. Diversifikasi pada berbagai instrumen seperti saham, obligasi, reksa dana, ETF, merupakan strategi penting.

“Itu untuk menekan risiko saat isu politik global menghantam salah satu sektor,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia mendorong investor untuk memiliki pemahaman makroekonomi yang baik.

Misalnya konflik politik yang menaikkan harga minyak akan berdampak pada Rupiah dan inflasi Indonesia sebagai net importir minyak. Pada akhirnya memengaruhi pergerakan pasar saham.

"Dengan memahami keterkaitan tersebut, investor bisa menilai," tambahnya.

Faktor krusial lain adalah kedisiplinan dalam pengelolaan portofolio. Sandiana mengingatkan agar investor tidak mudah terpancing oleh euforia maupun kepanikan pasar.

"Memiliki rencana investasi yang jelas dan disiplin dalam menjalankannya bisa menjadi tameng dari keputusan emosional," ujarnya.

Di era digital, investor harus cerdas dalam menyaring informasi.

Jeli membedakan mana yang sekadar rumor dan mana yang benar-benar memiliki dampak fundamental.

Literasi informasi ini sangat penting untuk menghindarkan diri dari jebakan panic selling.

Sandiana juga menyoroti sinyal positif dari pasar modal Indonesia.

Peningkatan pesat jumlah investor domestik selama satu dekade terakhir, terutama sejak pandemi, memperkuat likuiditas pasar.

"Kehadiran investor ritel semakin memperkuat likuiditas pasar dan membuat pergerakan IHSG tidak hanya bergantung pada arus modal asing," tandasnya.

 

 

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Investor Berdatangan, Infrastruktur Mandalika Perlu Diperkuat

Investor Berdatangan, Infrastruktur Mandalika Perlu Diperkuat

Gelaran MotoGP Mandalika 2026 semakin menarik minat investor untuk mengembangkan kawasan pariwisata Mandalika, Lombok Tengah

Investor Global Ikut Membangun Mandalika, Okupansi Hotel Saat MotoGP 2026 Tembus 100 Persen

Investor Global Ikut Membangun Mandalika, Okupansi Hotel Saat MotoGP 2026 Tembus 100 Persen

Investor global tercatat mulai masif menanamkan modal mereka untuk membangun berbagai fasilitas akomodasi seperti hotel dan vila di kawasan

Investor di Lombok Timur Diminta Laporkan Realisasi Investasi

Investor di Lombok Timur Diminta Laporkan Realisasi Investasi

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Timur mengevaluasi laporan realisasi investasi para pelaku usaha

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer