Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Manisnya Melon Premium Tawarkan Omzet Berlimpah

G
Penulis: Geumerie Ayu❯

CUAN BESAR: Proses pemeriksaan kondisi melon di green house yang diinisiasi oleh Sumarlin Azizi di Desa Jurang Jaler, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah.
CUAN BESAR: Proses pemeriksaan kondisi melon di green house yang diinisiasi oleh Sumarlin Azizi di Desa Jurang Jaler, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah.
LombokPost – Warga Desa Jurang Jaler, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, menyulap lahan yang sebelumnya ditanami cabai menjadi green house melon premium. Inovasi itu kini menjadi lumbung cuan Sumarlin Azizi dan sejumlah rekannya.


Advertisement

Dia membuktikan, keterbatasan lahan bukan halangan untuk meraup omzet besar.  Di atas lahan seluas 3,6 are saja, ia membangun ekosistem green house yang menampung 600 batang melon premium jenis lavender dan kirana.

"Kami mencoba berinovasi dengan beralih dari tanaman konvensional ke melon premium. Menggunakan metode budi daya dalam polybag agar nutrisi dan pertumbuhan tanaman lebih terkontrol," ujar Sumarlin.

Yang membedakan budi daya melon di Jurang Jaler ini dengan pertanian pada umumnya adalah penggunaan teknologi. Sumarlin tidak lagi menyiram atau memberi pupuk secara manual.

Advertisement

Ia telah menerapkan sistem otomatis untuk mengatur waktu penyemprotan air hingga proses pemupukan.

Sistem ini menjamin efisiensi waktu dan tenaga, sekaligus memastikan setiap tanaman mendapatkan asupan yang seragam.

Hasilnya pun luar biasa. Dalam sekali musim panen, green house ini mampu menghasilkan hingga 5 kuintal melon kualitas unggul.

Advertisement

Tak sekadar menjual buah ke pasar, Sumarlin menangkap peluang tren gaya hidup masyarakat saat ini dengan membuka konsep wisata agro.

Warga pun memiliki destinasi baru untuk merasakan pengalaman memetik melon premium secara langsung.

Daya tarik ini terbukti ampuh. Pengunjung bisa memilih sendiri buah yang paling segar di dalam green house.

Untuk harga, melon premium ini dibanderol Rp 30.000 per kilogram. "Minat masyarakat sangat tinggi.

Konsep petik langsung ini memberikan kepuasan tersendiri bagi pembeli karena mereka tahu kualitas buahnya langsung di lokasi," tambahnya.

Secara hitung-hitungan ekonomi, budi daya melon premium ini jauh lebih menjanjikan dibandingkan tanaman hortikultura biasa.

Dengan estimasi hasil panen mencapai 5 kuintal, Sumarlin mampu meraup omzet hingga Rp 15 juta dalam sekali panen.

Keberhasilan di Desa Jurang Jaler ini diharapkan menjadi pilot project bagi petani milenial lainnya di Lombok Tengah untuk mulai melirik sektor pertanian berbasis teknologi (smart farming).

Dengan manajemen yang tepat, lahan sempit sekali pun bisa menjadi sumber pendapatan yang sangat produktif.

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mengenal Sosok Zainab, Perempuan Penggerak UMKM di Pasar Tematik Bilebante Lombok Tengah

Mengenal Sosok Zainab, Perempuan Penggerak UMKM di Pasar Tematik Bilebante Lombok Tengah

Di balik kerja keras dan rintangan yang dihadapi, sosok Zainab membuktikan bahwa keteguhan seorang perempuan mampu menghidupkan ekonomi

 Tiga UMKM Asal Loteng Sabet Penghargaan Pemuda Pelopor Desa NTB 2026

Tiga UMKM Asal Loteng Sabet Penghargaan Pemuda Pelopor Desa NTB 2026

Tiga UMKM binaan ITDC dari Lombok Tengah sukses menyabet penghargaan dalam ajang Pemuda Pelopor Desa Tingkat Provinsi NTB 2026

Pacu Semangat Belajar Siswa, SDN 1 Batujai Sulap Sudut Sekolah Jadi Kantin Literasi

Pacu Semangat Belajar Siswa, SDN 1 Batujai Sulap Sudut Sekolah Jadi Kantin Literasi

Dengan menghadirkan dua meja ala kafe dan dua gazebo baca, SDN 1 Batujai sukses menciptakan ruang belajar interaktif bagi siswa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer