Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi NTB di 2026 Diramal Melesat

G
Penulis: Geumerie Ayu❯

DAYA BELI TERJAGA: Warga NTB yang mengunjungi pusat perbelanjaan Lombok Epicentrum Mall (LEM) di Kota Mataram, baru-baru ini.
DAYA BELI TERJAGA: Warga NTB yang mengunjungi pusat perbelanjaan Lombok Epicentrum Mall (LEM) di Kota Mataram, baru-baru ini.
LombokPost – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan perekonomian NTB bakal melaju lebih kencang pada tahun ini.


Advertisement

Tidak tanggung-tanggung, angka pertumbuhan diprediksi terakselerasi kisaran 6,3-7,1 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB Hario K Pamungkas membeberkan, optimisme ini didasari oleh tanda-tanda pemulihan yang semakin solid sepanjang 2025.

Penguatan konsumsi rumah tangga dan akselerasi ekspor barang serta jasa menjadi motor utama penggerak ekonomi.

Advertisement

“Pemulihan ekonomi NTB terus berlanjut. Kita melihat ketahanan yang luar biasa,” ujar Hario.

Berdasarkan data BI, ekonomi NTB pada triwulan III 2025 telah mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,82 persen.

Capaian ini menjadi titik balik setelah sempat mengalami kontraksi pada tiga triwulan sebelumnya.

Advertisement

Penguatan ini tidak hanya bergantung pada sektor ekstraktif. Sektor non-tambang justru menunjukkan performa impresif dengan pertumbuhan mencapai 7,86 persen.

Hal ini dipicu oleh geliat sektor perdagangan, pertanian, serta mulainya komersialisasi emas granula di sektor industri pengolahan.

“Stabilitas sistem keuangan daerah juga sangat solid. Pertumbuhan kredit perbankan tahunan mencapai 26,56 persen, dengan kualitas kredit yang sangat terjaga atau NPL di bawah 2 persen,” imbuhnya.

Dari sisi inflasi, koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbukti ampuh. Hingga Oktober 2025, inflasi tahunan NTB terjaga di angka 2,96 persen, tetap berada dalam rentang sasaran nasional.

Di 2026, BI telah merumuskan sejumlah arah kebijakan utama untuk menjaga momentum pertumbuhan. Di antaranya, menjaga stabilitas ekonomi daerah, mendorong transformasi sektor riil dan padat karya.

Kemudian mempercepat optimalisasi belanja daerah. Menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif. Akselerasi adopsi teknologi digital di seluruh lini keuangan.

Ekonom NTB Iwan Harsono menilai Bumi Gora kini tengah berada pada jalur transisi struktural yang tepat.

Menurutnya, relaksasi ekspor konsentrat oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) pada akhir 2025 menjadi bantalan jangka pendek yang penting.

Iwan juga mengapresiasi langkah strategis Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dalam menjalin komunikasi kebijakan dengan pemerintah pusat.

Namun, ia mengingatkan ketergantungan pada tambang harus perlahan digeser ke arah industrialisasi yang lebih matang.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat konektivitas port-to-port Lembar–Kayangan demi menekan biaya logistik. Selain itu, Program Desa Berdaya harus menjadi mitra strategis agar desa menjadi pusat produksi dan pariwisata berbasis komunitas,” jelas Iwan.

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

7 Drakor dengan Rating Tinggi di 2026, Agent Kim Reactivated Teratas

7 Drakor dengan Rating Tinggi di 2026, Agent Kim Reactivated Teratas

Sepanjang 2026, sejumlah Drama Korea (Drakor) dari berbagai genre berhasil mencatatkan rating tinggi berdasarkan data Nielsen Korea.

Porprov NTB XII 2026 Ditutup Meriah, Ekonomi Tembus Rp100 Miliar

Porprov NTB XII 2026 Ditutup Meriah, Ekonomi Tembus Rp100 Miliar

Sukses menggelar Porprov 2026 menjadi modal besar dan pemicu semangat bagi Pemprov NTB serta KONI NTB menjadi tuan rumah PON 2028.

Koleksi 74 Medali Emas Lombok Barat Naik Peringkat Juara Umum III Porprov NTB 2026

Koleksi 74 Medali Emas Lombok Barat Naik Peringkat Juara Umum III Porprov NTB 2026

Kabupaten Lombok Barat berhasil meraih posisi ketiga dengan raihan 72 emas, 98 perak, dan 115 perunggu membuat Lombok Barat juara umum III.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer