Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gurihnya Omzet Telur Asin Bakar Junaidi

G
Penulis: Geumerie Ayu❯

MENJANJIKAN: Junaidi mengumpulkan telur asin bakar yang sudah matang dari tungku yang terbuat dari drum bekas, belum lama ini.
MENJANJIKAN: Junaidi mengumpulkan telur asin bakar yang sudah matang dari tungku yang terbuat dari drum bekas, belum lama ini.
LombokPost – Telur asin, terdengar sederhana dan cukup akrab di lidah masyarakat.


Advertisement

Namun, di tangan Muhammad Junaidi, warga Desa Jurang Jaler, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, kudapan telur bebek ini tampil beda.

Bukan direbus, Junaidi memilih proses fermentasi unik dengan cara dibakar.

Inovasi yang sempat moncer delapan tahun silam ini kini mulai menggeliat kembali.

Advertisement

Menggunakan alat pematangan berupa tungku dari drum bekas, Junaidi mampu menghasilkan aroma dan tekstur telur asin yang lebih masir dan beraroma khas.

Bagi Junaidi, kunci kelezatan telur asin bakarnya terletak pada proses yang murni tanpa melalui tahap perebusan.

Telur bebek segar yang didapat langsung dari peternak di Lelung dicuci bersih, kemudian dibalut dengan adonan abu gosok yang telah dicampur garam.

Advertisement

"Prosesnya langsung kita bakar tanpa direbus. Memang ada beda persepsi, tapi kami memilih teknik ini untuk mendapatkan citarasa yang berbeda dari varian yang sudah ada di pasar," jelas Junaidi.

Dalam satu kali proses pematangan di dalam tungku drum, ia mampu mengolah sekitar empat hingga empat setengah tray telur. T

eknik pembakaran ini memberikan aroma smoky yang kuat pada putih telur. Itu juga membuat kuning telur memiliki tekstur berminyak yang lebih pekat.

Junaidi sebenarnya bukan pemain baru. Sebelum Pandemi Covid-19 menghantam, produknya sudah menembus toko oleh-oleh ternama di Mataram dan Senggigi.

Namun, lesunya pariwisata saat itu memaksanya untuk vakum selama beberapa tahun.

"Baru sekitar satu bulan ini kami mulai aktif kembali secara intensif," akunya.

Meski baru sebulan turun gunung, respons pasar ternyata masih sangat positif. Saat ini, selain melayani masyarakat sekitar Jurang Jaler, produknya sudah kembali merambah retail di Mataram.

“Permintaan rutin sekitar empat tray per sekali antar,” sambungnya.

Secara ekonomi, bisnis skala rumahan ini tergolong sangat potensial. Dengan harga jual Rp 5.000 per butir atau Rp 130.000 per tray isi 30 butir), Junaidi mampu mengantongi omzet kotor sekitar Rp 600.000 dalam sekali proses pembakaran harian.

Untuk menjangkau berbagai segmen konsumen, Junaidi juga menyediakan berbagai pilihan kemasan. Mulai dari isi empat butir, sepuluh butir, hingga satu tray penuh.

"Nilai utamanya adalah menghadirkan varian baru. Telur asin biasa mungkin orang sudah bosan, tapi dengan cara dibakar, ada sensasi rasa yang membuat orang kembali membeli," pungkasnya.

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mengenal Sosok Zainab, Perempuan Penggerak UMKM di Pasar Tematik Bilebante Lombok Tengah

Mengenal Sosok Zainab, Perempuan Penggerak UMKM di Pasar Tematik Bilebante Lombok Tengah

Di balik kerja keras dan rintangan yang dihadapi, sosok Zainab membuktikan bahwa keteguhan seorang perempuan mampu menghidupkan ekonomi

 Tiga UMKM Asal Loteng Sabet Penghargaan Pemuda Pelopor Desa NTB 2026

Tiga UMKM Asal Loteng Sabet Penghargaan Pemuda Pelopor Desa NTB 2026

Tiga UMKM binaan ITDC dari Lombok Tengah sukses menyabet penghargaan dalam ajang Pemuda Pelopor Desa Tingkat Provinsi NTB 2026

Pacu Semangat Belajar Siswa, SDN 1 Batujai Sulap Sudut Sekolah Jadi Kantin Literasi

Pacu Semangat Belajar Siswa, SDN 1 Batujai Sulap Sudut Sekolah Jadi Kantin Literasi

Dengan menghadirkan dua meja ala kafe dan dua gazebo baca, SDN 1 Batujai sukses menciptakan ruang belajar interaktif bagi siswa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer