
LombokPost – Data Bank Indonesia (BI) NTB menunjukkan penggunaan QRIS Crossborder mengalami lonjakan tajam dari sisi volume maupun nilai transaksi.
Fenomena ini mempertegas peran digitalisasi dalam memfasilitasi belanja wisatawan mancanegara (wisman).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB Hario K Pamungkas membeberkan, pertumbuhan ini didorong kolaborasi dengan beberapa negara mitra.
Khususnya di Asia seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga Cina.
Wisatawan asal Malaysia menjadi kontributor terbesar dalam penggunaan QRIS Crossborder di NTB.
Data tahun 2025 menunjukkan nilai transaksi wisman Malaysia meroket hingga Rp 7,95 miliar, naik signifikan dibandingkan tahun 2024 Rp 3,49 miliar.
"Hal ini sejalan dengan profil wisatawan kita, di mana sekitar 34,83 persen atau 51.097 wisman yang masuk ke NTB berasal dari Malaysia," ujar Hario.
Hario mencatat transaksi dari negara lain masih perlu dipacu. Wisatawan Thailand mencatatkan transaksi sebesar Rp 268 juta, sementara Singapura Rp 173 juta. Padahal, wisman Singapura menyumbang 11,07 persen dari total kunjungan.
Untuk memaksimalkan potensi ini, Bank Indonesia NTB kini tengah melakukan kajian mengenai preferensi belanja turis mancanegara.
Kajian ini bertujuan memetakan pola perjalanan (travel pattern) dan perilaku belanja wisman.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




