
LombokPost – Keterbatasan ruang di kawasan perkotaan urban bukanlah alasan mengembangkan bisnis.
Lalu Muliadi Irman, seorang teknisi komputer asal Kelurahan Tiwu Galih, Lombok Tengah membuktikan sisa ruang sempit di rumah mampu menghasilkan cuan yang menjanjikan.
Pria yang akrab disapa Irman ini berhasil merombak fungsi lahan mati seluas 1,5 are menjadi greenhouse.
Memanfaatkan sistem hidroponik paralon bertingkat, Irman mengoptimalkan ruang vertikal untuk menampung hingga 1.200 lubang tanam selada segar.
Hasilnya, bisnis sampingan yang awalnya dirancang untuk mengusir kejenuhan dari rutinitas, kini mapan memasok kebutuhan sayur premium di daerah Praya.
Omzet bersihnya menyentuh Rp 5 juta per siklus panen.
"Pekerjaan utama saya tetap teknisi komputer dan laptop. Namun, melihat potensi ruang kosong di atas rumah, saya terapkan prinsip efisiensi teknologi,” ujarnya.
“Dengan manajemen nutrisi yang tepat, perputaran modal dari 1.200 lubang tanam ini justru menghasilkan margin keuntungan bersih yang sangat tinggi," sambung Irman.
Baca Juga: Bikin UMKM Banjir Rezeki, Ternyata Ini Rahasia Teras Udayana Jadi Ruang Publik Terfavorit di Mataram
Rahasia bisnis hidroponik Irman terletak pada konsistensi masa panen yang dikunci pada angka 40 hari.
Menurut kalkulasinya, memanen selada pada usia satu bulan sepuluh hari merupakan titik optimal untuk menghasilkan bobot maksimal. Sekaligus menjaga tekstur daun tetap renyah tanpa rasa getir.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




