Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BEI Sebut Saham Syariah Lebih Tangguh Hadapi Gejolak Pasar Modal

F
Penulis: Ferial Ayu❯
PASAR MODAL: Salah warga NTB yang mengunjungi kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB di Kota Mataram, beberapa waktu lalu. (DOK/LOMBOK POST)
PASAR MODAL: Salah warga NTB yang mengunjungi kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB di Kota Mataram, beberapa waktu lalu. (DOK/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost - Saham syariah dinilai memiliki karakteristik khusus yang membuatnya lebih tangguh menghadapi fluktuasi pasar modal dibandingkan saham konvensional.

Kondisi ini membuat instrumen investasi syariah relatif lebih stabil di tengah berbagai tekanan ekonomi yang melanda saat ini.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menjelaskan, ketahanan tersebut bersumber dari komposisi sektor yang tidak melibatkan saham perbankan.

Advertisement

Mengingat sektor keuangan saat ini menjadi salah satu bidang yang paling banyak tertekan, ketiadaan saham perbankan memberikan perlindungan tambahan bagi indeks saham syariah.

"Kalau kita lihat sektor yang paling banyak tertekan, sektor keuangan, terutama perbankan, dan tentu itu tidak ada di saham syariah. Jadi, memang seharusnya tekanan di saham syariah itu lebih sedikit," kata Jeffrey.

Advertisement

Selain faktor komposisi sektor, perilaku investor syariah turut berperan dalam menjaga stabilitas pasar.

Investor yang berpegang pada prinsip syariah umumnya tidak memanfaatkan fasilitas transaksi margin berbasis bunga. 

Hal tersebut meminimalisir risiko terjadinya margin call atau penjualan paksa saham oleh sekuritas saat pasar sedang melemah.

"Jadi, daya tahan produk maupun investornya yang syariah akan lebih baik," tambah Jeffrey.

Meski memiliki daya tahan lebih tinggi, Jeffrey menegaskan bahwa saham syariah tidak sepenuhnya bebas dari risiko pasar.

Advertisement
Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BEI Bidik Transaksi Saham Rp 21 Triliun Sehari

BEI Bidik Transaksi Saham Rp 21 Triliun Sehari

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan rata-rata nilai transaksi harian saham mencapai Rp 21 triliun pada 2027, naik dibandingkan tahun ini.

Perkuat Infrastruktur Pasar Modal 2027, BEI Dongkrak Investasi Jadi Rp 670,62 Miliar

Perkuat Infrastruktur Pasar Modal 2027, BEI Dongkrak Investasi Jadi Rp 670,62 Miliar

Untuk memperkuat infrastruktur pasar modal 2027, Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkatkan anggaran belanja investasi menjadi Rp 670,62 miliar

CELIOS: Kepercayaan Investor Kian Memburuk, Susun Skema Baru untuk Transparansi

CELIOS: Kepercayaan Investor Kian Memburuk, Susun Skema Baru untuk Transparansi

BEI siapkan skema baru untuk memperkuat transparansi pasar modal, termasuk pengungkapan afiliasi dan penghapusan saham HSC dari IHSG.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer