MATARAM-Perputaran uang di Sembalun selama momen libur lebaran diprediksi cukup baik. Hal itu tak lepas dari banyaknya masyarakat yang memilih daerah ini sebagai tempat berlibur. ”Liburan lebaran sampai dengan Selasa (25/4) sudah full booking,” kata Owner Hotel Pesona Rinjani Kwang.
Dikatakan, rata-rata lama tamu menginap tiga hari dua malam paling lama. Tetapi saat liburan kali ini kebanyakan tamu mengambil dua hari satu malam. ”Liburan lebaran mulai datang tamu saat hari H lebaran pada Sabtu (23/4),” jelasnya.
Tercatat tamu yang datang kurang lebih 20 persen dari domestik nasional. Sedangkan wisatawan mancanegara bisa dikatakan 5 persen, dan sisanya lokal. ”Memang masih mendominasi tamu lokal yang kurang lebih 75 persen,” terangnya.
Pesona Rinjani menyiapkan 23 kamar dengan 40 tenda di camping groud. Sedangkan tarif kamar yang ditetapkan baik untuk kamar maupun tenda sudah memiliki fasilitas sama termasuk dengan sarapan untuk dua orang. ”Tarif kamar tenda Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu, normal room Rp 400 ribu, deluxe room Rp 500 ribu, cottage Rp 600 ribu, dan family cottage Rp 1 juta per malam,” terangnya.
Namun pihaknya tidak menutup diri bagi tamu yang ingin membawa tenda sendiri di lokasi camping ground hotel. Tamu tersebut hanya diminta uang kebersihan Rp 50 ribu per tenda. ”Kami mempersilakan karena kami menyiapkan lahan untuk camping ground tersebut,” tambahnya.
Salah satu warga Nasrul, mengatakan penginapan rumahnya memang ramai saat liburan ini. Bahkan empat kamar yang disiapkan sudah dipesan beberapa hari sebelumnya. Sedangkan tarif yang ditawarkan Rp 150 ribu per malam. ”Kalau kami kebanyakan yang menginap backpacker atau tamu berkeluarga,” kata dia.
Apang, pengelola Hajj Maulia Camping Ground and Resto Sembalun membenarkan peningkatan pengunjung. Pemesanan tenda hingga Minggu mendatang sudah penuh.
Tarifnya masih normal, Rp 200 ribu untuk satu tenda yang muat 2-3 orang per malam. Itu sudah termasuk sarapan, fasilitas toilet, hingga musala. Untuk tenda besar, kisarannya 250-300 ribu. ”Kami kewalahan memenuhi permintaan tenda,” ujarnya.
Pantauan koran ini di Nuansa Homestay, kondisi juga cukup ramai. Tak hanya penginapan, petani Sembalun juga ketiban berkah. Strawbery adalah salah satu buah yang cukup diminati. Harganya pun melonjak dari Rp 10 ribu per mika menjadi kisaran Rp 15-20 ribu. ”Karena hanya beberapa petani yang panen sekarang, sedang langka,” kata Lensi, salah seorang petani. (nur/ton/r9)
Editor : Galih Mps