Salah satu perusahaan pembiayaan, FIFGroup cabang Mataram menilai demikian berkat pertumbuhan ekonomi NTB yang masih menunjukkan tren positif.
Kepala FIFGroup Cabang Mataram Zul Ikramuddin mengatakan, kinerja pembiayaan dalam kondisi baik.
Hal ini dibuktikan dengan kinerja gemilang FIFGroup Cabang Mataram yang berhasil masuk dalam jajaran 10 besar nasional sebagai penyumbang profit bagi perusahaan.
Pencapaian ini, merupakan bukti nyata bahwa iklim ekonomi di NTB, khususnya Mataram cukup kondusif.
Dari lebih dari 250 cabang FIFGroup yang tersebar di seluruh Indonesia, Mataram menjadi salah satu yang paling berkontribusi dalam hal keuntungan.
"Kami termasuk 10 besar cabang terbaik dan penyumbang untuk profit," ujarnya.
Zul menambahkan, indikator lain yang menunjukkan kestabilan ekonomi adalah tingkat kredit macet yang masih terukur dan terkendali.
Ia menjelaskan, porsi pembiayaan terbesar di FIFGroup Cabang Mataram didominasi pembelian sepeda motor baru.
"52 persen porsi di kami cabang Mataram, itu dari motor baru," jelasnya.
Pembiayaan tersebut secara eksklusif berfokus pada merek Honda, dikarenakan FIFGroup merupakan bagian dari Grup Astra.
Sehingga fokus utama pembiayaan adalah untuk pembelian sepeda motor Honda.
Sebelumnya, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) NTB mencatat adanya tren peningkatan kredit macet yang merata di hampir seluruh perusahaan pembiayaan.
Sejak awal tahun 2025, sektor pembiayaan kendaraan bermotor di NTB menghadapi tantangan serius.
Ketua APPI NTB Iwan Hermawan membeberkan, kenaikan NPL mencapai sekitar 0,5 persen.
Meski pun angkanya tidak terlalu tinggi, ia menilai tren ini mengkhawatirkan.
Hal itu harus segera diatasi agar tidak memburuk.
Peningkatan kredit macet ini terjadi pada pembiayaan kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Fenomena ini mulai terlihat sejak April 2025, seiring dengan penurunan daya beli masyarakat dan lesunya penjualan kendaraan baru. Kondisi ini bukan hanya NTB, tapi terjadi nasional,” ujarnya.
Editor : Kimda Farida