LombokPost – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DUKM) NTB kian agresif memperluas akses permodalan bagi pelaku ekonomi kerakyatan.
Terbaru, DKUKM NTB menjajaki skema pembiayaan untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui jaringan bank Himbara.
Setelah sebelumnya membangun komunikasi intensif dengan Bank Mandiri, kini giliran Bank Syariah Indonesia (BSI) yang disambangi.
Langkah ini diambil untuk mematangkan model pembiayaan yang paling pas bagi penguatan koperasi di level akar rumput.
Kepala DKUKM NTB Wirawan Ahmad mengatakan, fokus utama pertemuan dengan perbankan ini adalah optimalisasi 50 Mock Up KDKMP yang tersebar di berbagai wilayah NTB.
Menurutnya, koperasi-koperasi ini harus segera "naik kelas" melalui dukungan likuiditas yang mumpuni.
"Kami secara aktif mendatangi bank-bank Himbara. Respons awal sangat positif dari Bank Mandiri, dan hari ini kami mendiskusikan peluang kerja sama dengan BSI. Ke depan, bank Himbara lainnya juga akan kami jajaki," tegas Wirawan.
Mantan kepala Brida NTB ini menambahkan, kehadiran perbankan diharapkan menjadi katalisator. Sehingga KDKMP tidak sekadar berdiri, namun mampu beroperasi secara maksimal.
Strategi menggandeng bank pelat merah ini bukan tanpa alasan. DKUKM NTB menargetkan KDKMP menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang mandiri.
Akses pembiayaan yang lebih mudah dan terstruktur, koperasi di tingkat desa dan kelurahan diyakini mampu memutus rantai ketergantungan masyarakat terhadap skema pinjaman non-formal yang merugikan.
"Prioritas kita adalah memastikan koperasi-koperasi ini memiliki akses permodalan yang memadai. Jika arus kas sehat, mereka akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan," imbuh Wirawan.
Melalui kolaborasi strategis ini, Pemprov NTB berharap kesejahteraan anggota koperasi dapat meningkat secara signifikan.
Seiring dengan penguatan ekosistem usaha mikro di tingkat desa/kelurahan yang kian kompetitif.
Editor : Pujo Nugroho