LombokPost – Kebutuhan uang tunai masyarakat NTB diprediksi meninggi saat periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 H.
Karenanya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB menyediakan uang kartal dalam jumlah besar.
Tahun ini, BI NTB memproyeksikan kebutuhan uang kartal mencapai Rp 3,07 triliun.
Angka ini mengalami kenaikan signifikan 27,48 persen (yoy) dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp 2,41 triliun.
Deputi Kepala Perwakilan BI NTB Bidang Sistem Pembayaran, Ignatius Adhi Nugroho menjelaskan, BI telah menyiapkan stok fisik uang atau Posisi Kas Siap Edar (PKSE) sebesar Rp 3,3 triliun.
Uang Kartal ini disiapkan melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi).
“Kebutuhan uang kartal selama momen Ramadan ini sangat dominan, menyumbang sekitar 20 persen dari total kebutuhan uang dalam setahun,” ujar Adhi.
Adhi menjelaskan ada tiga alasan kuat mengapa proyeksi outflow (aliran uang keluar) tahun ini tembus Rp 3 triliun.
Di antaranya, pertumbuhan ekonomi, proyeksi sektor perbankan, serta perluasan jangkauan layanan hingga wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Pertumbuhan ekonomi NTB yang tetap kuat menjadi indikator utama. BI melihat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku saat Ramadan cenderung tinggi. Secara otomatis memacu permintaan uang tunai.
Menurut Adhi, angka Rp 3,3 triliun tersebut lahir dari hasil koordinasi dengan industri perbankan.
Untuk penggunaan uang kartal, berdasarkan peta distribusi, Mataram dan sekitarnya masih menjadi pusat perputaran uang tertinggi. Ibu kota provinsi ini mendominasi outflow sebesar 71,10 persen.
Sedangkan distribusi melalui Kas Titipan Bima 14,47 persen dan Kas Titipan Sumbawa 13,52 persen. Sisanya disalurkan melalui layanan kas keliling dan penukaran lainnya.
Tradisi belanja masyarakat, kenaikan harga pangan di periode HBKN, serta pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi motor penggerak utama tingginya kebutuhan uang kartal tahun ini.
“Kami berupaya agar layanan penukaran tahun ini lebih luas secara frekuensi dibandingkan tahun lalu. Dengan ketersediaan uang siap edar yang tinggi, masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkas Adhi.
Editor : Prihadi Zoldic