Langkah ini menjadi jawaban bagi tingginya kebutuhan warga perkotaan, seperti di Kota Mataram. Kendaraan yang nyaman di tengah kemacetan namun tetap ramah di kantong.
Dikutip dari situs resmi Honda Indonesia, harga mulai Rp 180 jutaan (OTR Jakarta), Brio Satya S CVT kini bukan lagi sekadar mobil murah.
Kehadirannya membawa standar baru bagi profesional muda, keluarga kecil, hingga pengemudi pemula yang mendambakan kemudahan transmisi otomatis tanpa harus membayar harga tipe tertinggi.
Ada yang berbeda dari wajah Brio Satya S CVT. Jika sebelumnya tipe terendah identik dengan velg kaleng (steel wheel), kini Honda memberikan pembaruan signifikan.
Varian S CVT telah dibekali dengan Alloy Wheel yang memberikan kesan modern, lebih sporty, dan elegan.
Keunggulan utama varian ini terletak pada teknologi Continuously Variable Transmission (CVT). Berbeda dengan transmisi matik konvensional, CVT Honda menawarkan perpindahan tenaga yang sangat halus tanpa hentakan.
Keunggulan CVT tidak hanya mengurangi kelelahan saat terjebak macet, tetapi juga sangat bersahabat karena akselerasinya yang stabil dan mudah dikendalikan.
Di balik kap mesinnya, Honda tetap memercayakan mesin 1.2L i-VTEC 4 silinder berdaya 90 PS. Reputasi mesin ini sebagai yang paling efisien di segmen LCGC sudah tidak diragukan lagi.
Mesin ini memberikan keseimbangan sempurna antara performa lincah untuk bermanuver di jalan sempit. Selain itu, konsumsi bahan bakar yang sangat hemat untuk perjalanan antarwilayah.
Dimensinya yang kompak dengan radius putar kecil juga menjadi nilai plus. Memarkir kendaraan secara paralel di area publik yang terbatas bukanlah masalah bagi pemilik Brio.
Meski berstatus varian ekonomis, standar keamanan tinggi tetap disematkan, mulai dari struktur rangka G-CON + ACE™, Side Impact Beam, hingga sistem pengereman ABS + EBD.
Tak ketinggalan, Dual Front SRS Airbags telah menjadi fitur standar untuk melindungi pengemudi dan penumpang.
Interiornya pun tetap lega dan nyaman, lengkap dengan fitur heat rejecting green tinted glass. Ini mampu menangkal teriknya sinar matahari khas pesisir sehingga kabin tetap sejuk.
Editor : Redaksi Lombok Post