Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Oleh-Oleh Nastar Daun UMKM Lezato Cookies

Geumerie Ayu • Rabu, 25 Februari 2026 | 14:10 WIB

 

OUTLET: Pemilik Lezato Cookies Ni Luh Wiriani (kanan) menunjukkan produk di outletnya yang ada di Punia, Kota Mataram.
OUTLET: Pemilik Lezato Cookies Ni Luh Wiriani (kanan) menunjukkan produk di outletnya yang ada di Punia, Kota Mataram.
LombokPost – Dalam dunia bisnis kuliner, menjaga konsistensi merupakan tantangan yang jauh lebih besar daripada sekadar memulai.

Hal itulah yang dipegang teguh oleh Ni Luh Wiriani, pemilik Lezato Cookies, sebuah UMKM asal Punia, Mataram.

UMKM ini sukses memposisikan diri sebagai salah satu produsen kue kering premium di Pulau Lombok.

Semua berawal dari sekadar coba-coba untuk mengisi waktu luang sembari mengasuh anak di tahun 2008.

Wiri, sapaan akrabnya, mulai memantapkan langkah bisnis cookies miliknya pada tahun 2010. Kini, produk unggulannya, Nastar Daun, telah sukses bertransformasi.

Dari sekadar kudapan rumah tangga, menjadi ikon oleh-oleh khas Lombok yang diminati lintas musim.

Di tengah fluktuasi harga bahan baku, Lezato Cookies memiliki filosofi bisnis yang tegas.

Wiri menekankan, kualitas rasa adalah harga mati yang tidak bisa ditawar melalui pergantian merek bahan baku.

"Untuk menjaga kualitas, jangan ganti-ganti merek bahan. Lebih baik kami menaikkan harga jual daripada harus mengganti bahan dengan kualitas di bawahnya. Konsumen itu cerdas, mereka tahu mana rasa yang otentik," jelas Wiri.

Kekuatan utama nastar Lezato Cookies terletak pada isian selainya. Wiri mengolah nanas segar secara mandiri.

Berkarung-karung nanas didatangkan langsung dari pemasok tetap setiap minggu. Nanas tersebut diolah menjadi selai yang legit dan alami tanpa pengawet.

Baca Juga: 3 Alasan Mengapa Wajib Nonton Dracin My Page in the 90s

Tahun 2023 menjadi titik balik bagi estetika produk Lezato Cookies. Dari kemasan mika sederhana dengan stiker, kini Lezato tampil lebih eksklusif dengan kotak bermotif khas Lombok. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat branding.

“Nastar bukan hanya sajian hari raya, tapi juga teman minum kopi harian yang layak dijadikan buah tangan,” ujarnya.

Tak hanya soal kemasan, aspek legalitas dan standarisasi pun tuntas dipenuhi. Setelah mengantongi PIRT sejak 2016, Lezato Cookies akhirnya meraih sertifikasi Halal pada 2023 dengan pendampingan dari PLUT UMKM NTB.

"Dulu saya pikir proses Halal itu sangat rumit. Ternyata dengan dukungan pemerintah, prosesnya sangat cepat dan gratis. Ini sangat membantu kami untuk lebih dipercaya konsumen," tambahnya.

Menariknya, Wiri berkomitmen untuk memberdayakan sumber daya manusia di sekitar tempat tinggalnya di Punia.

Dengan tim yang solid, Lezato mampu membuat sedikitnya 750 butir kue secara manual tanpa cetakan khusus sekali produksi.

Selain Nastar Daun yang menjadi best seller, Lezato juga menawarkan varian lain yang memiliki karakteristik unik. Di antaranya, Semprit Jadul, Lidah Kucing dan lainnya.

Melalui dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, ia optimis Lezato Cookies akan terus tumbuh.

 

Editor : Kimda Farida
#UMKM #Kuliner #Lezato Cookies #Mataram #kue kering #Lombok